Dark/Light Mode

Survei Pilgub

RK-Pram Masih Ketat, Khofifah Ungguli Risma, Luthfi Kalahkan Andika

Kamis, 31 Oktober 2024 08:05 WIB
Peneliti senior LSI Denny JA, Sunarto (kiri) didampingi moderator Ikrama Masloman saat memaparkan temuan dan analisis Survei Nasional bertajuk Siapa Menang Pilgub Jakarta, Jateng dan Jatim? PDIP Vs KIM Plus di Jakarta, Rabu (30/10/24). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)
Peneliti senior LSI Denny JA, Sunarto (kiri) didampingi moderator Ikrama Masloman saat memaparkan temuan dan analisis Survei Nasional bertajuk Siapa Menang Pilgub Jakarta, Jateng dan Jatim? PDIP Vs KIM Plus di Jakarta, Rabu (30/10/24). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertarungan jagoan Ko­alisi Indonesia Maju (KIM) plus melawan jagoan PDIP di 3 provinsi dalam survei terbaru, makin seru. Di Jakarta, Ridwan Kamil bersaing ketat dengan Pramono Anung. Di Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa ungguli Tri Rismaharini. Sedangkan di Jawa Tengah (Jaten), Ahmad Luthfi diprediksi bisa kalah­kan Andika Perkasa.

Peta kekuatan itu, mengacu survei terbaru yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Survei ini digelar pada 16-22 Oktober 2024 dengan wawancara tatap muka. Jumlah responden masing-masing provinsi 800 orang yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Margin of error survei +/-3,5 persen.

Apa hasilnya? Untuk Jakarta, Paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono meraih 37,4 persen. Angka ini hanya menang tipis dari Paslon nomor urut 3 Pramono-Rano Karno yang meraih 37,1 persen. Sedangkan Paslon nomor 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya meraih 4 persen.

Baca juga : Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun

Direktur Lingkaran Survei Kebijakan Publik LSI Denny JA, Sunarto Ciptohar­jono menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat RK unggul tipis. Pertama, mesin politik di KIM tidak maksimal.

"PKS yang harusnya di KIM Plus malah mendukung Pramono-Rano di tingkat grassroot. Golkar, PKB, NasDem juga lari ke Pramono," jelas Sunarto, dalam paparannya, Rabu (30/10/2024).

Faktor kedua, RK yang mantan gu­bernur Jawa Barat ini, kurang diterima di etnis Betawi. Catatannya, Pramono lebih disukai etnis Betawi dengan 41,8 persen, sementara RK hanya 34 persen.

Ketiga, Pramono ditopang popularitas Rano, mantan gubernur Banten yang dikenal sebagai warga Betawi. "Pramono bisa terdongkrak faktor wakil Rano sebagai Si Doel," ujar Sunarto.

Baca juga : Prestasi Kepolisian Kita Diakui Negeri Tetangga

Di Jatim, Khofifah berhasil meng­hempaskan perlawanan Risma. Dalam survei LSI Denny JA ini, elektabilitas duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak tembus 65,8 persen. Sedang­kan Tri Rismaharini yang berduet dengan Zahrul Azhar Asumta hanya 24,5 persen.

Keunggukan Khofifah ditengarai karena tingkat kepuasan publik atau ap­proval rate yang tinggi. Sebanyak 88,1 persen masyarakat Jatim puas dengan Khofifah dan 77,3 persen masyarakat Jatim puas dengan kinerja Emil.

"Logikanya, incumbent yang berhasil dan dia masih punya masa waktu untuk melanjutkan. Itu rata-rata akan dipilih kembali," ungkap Sunarto.

Kondisi di Jatim, tak jauh berbeda dengan Jateng. Elektabilitas Ahmad Luthfi-Taj Yasin sebesar 46,8 persen, sedangkan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi hanya 28,2 persen.

Baca juga : Surya Paloh Tolak Jabatan Wantimpres

Kata Sunarto, Luthfi mengalahkan Andika karena popularitas. Perbandingan popularitas keduanya 72 persen dan 58,7 persen. Sebagai tokoh nasional, Andika tidak dikenal wong cilik di desa-desa.

Selain juga mesin KIM Plus berjalan efektif. Hal ini terlihat dari 13 dapil di Jateng, Luthfi unggul 11 dapil. "Kalah hanya di dapil I (Kota Semarang) dan dapil VIII (Magelang, Kota Magelang, dan Boyolali)," urai Sunarto.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.