Sebelumnya
Menurutnya, kontribusi besar Erick dalam mendukung pengembangan pariwisata Indonesia, mulai dari peningkatan aksesibilitas untuk memperkuat daya tarik wisata dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kolaborasi ini akan kita tingkatkan lagi untuk daerah-daerah wisata yang lainnya. Nanti tim kami akan tetap bekerja sama untuk membahas hal-hal teknis lainnya,” ujar Widi-sapaan akrabnya.
Dia pun bersyukur bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Erick terkait rencana pengembangan sektor pariwisata ke depan.
“Kami mendiskusikan banyak hal mengenai kolaborasi yang pernah dilakukan dari kementerian sebelumnya dan apa yang kita bisa lakukan lima tahun mendatang,” ungkapnya.
Baca juga : PPP Jadwalkan Muktamar Digelar Sebelum Ramadan
Widi menambahkan, kontribusi Kementerian BUMN yang begitu besar, akan memacu Kemenpar untuk bergerak lebih cepat dalam menyinergikan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Widi mengungkapkan, Kemenpar memiliki target besar, yakni menggaet 14 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2024.
Sementara saat ini, baru tercapai 9,09 juta wisman atau atau naik 20,38 persen pada periode Januari-Agustus 2024.
“Tentu kita akan promosikan lebih ke high quality tourist, menggalakkan promosi ke luar negeri lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Baca juga : Waspada, Wabah Penyakit Cacar Air Dan Gondongan
Dia menekankan, kolaborasi antarkementerian menjadi hal yang krusial dalam memajukan pariwisata Indonesia.
Perlu kerja sama dengan banyak pihak untuk mencari solusi agar meningkatkan pertumbuhan jumlah kunjungan hingga peningkatan kualitas layanan di sektor pariwisata Indonesia.
“Mengenai aksesibilitas, transportasi, harga tiket yang terjangkau, kita harus segera atasi bersama kementerian dan lembaga yang lainnya supaya wisman, dan wisnus bisa travel di Indonesia lebih murah,” tutup Widi.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, Pemerintah menargetkan peningkatan nilai devisa pariwisata sebesar 22,1 miliar dolar AS, serta kontribusi pariwisata terhadap PDB meningkat sebesar 4,6 persen.
Baca juga : Gerakan Kotak Kosong Bikin Posko Perlawanan
Sementara, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, hal tersebut bukan hal yang mustahil. Pariwisata memiliki sektor yang beragam. Namun, diingatkannya, butuh langkah jelas dan mesti terkelola dengan baik.
“Pariwisata di Indonesia sangat luas cakupannya. Jika semuanya digabungkan, mungkin kontribusinya bisa di atas 5 persen,” paparnya.
Menurut dia, yang tak kalah penting adalah dampak positif bagi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan. Pariwisata perlu memperhatikan kearifan lokal, seperti memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.