Dark/Light Mode

Realisasikan Visi Presiden Prabowo

Erick-Widiyanti Kolaborasi Pengembangan Pariwisata

Jumat, 1 November 2024 07:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (ketiga dari kiri) memberikan keterangan pers, usai menggelar pertemuan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (31/10/2024). (Foto: RM.ID/IMA)
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (ketiga dari kiri) memberikan keterangan pers, usai menggelar pertemuan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (31/10/2024). (Foto: RM.ID/IMA)

 Sebelumnya 
Menurutnya, kontribusi besar Erick dalam mendukung pengembangan pariwisata Indo­nesia, mulai dari peningkatan aksesibilitas untuk memperkuat daya tarik wisata dan pertumbu­han ekonomi nasional.

“Kolaborasi ini akan kita tingkatkan lagi untuk daerah-daerah wisata yang lainnya. Nanti tim kami akan tetap bekerja sama untuk membahas hal-hal tek­nis lainnya,” ujar Widi-sapaan akrabnya.

Dia pun bersyukur bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Erick terkait rencana pengem­bangan sektor pariwisata ke depan.

“Kami mendiskusikan banyak hal mengenai kolaborasi yang pernah dilakukan dari kemen­terian sebelumnya dan apa yang kita bisa lakukan lima tahun mendatang,” ungkapnya.

Baca juga : PPP Jadwalkan Muktamar Digelar Sebelum Ramadan

Widi menambahkan, kontribusi Kementerian BUMN yang begi­tu besar, akan memacu Kemen­par untuk bergerak lebih cepat dalam menyinergikan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Widi mengungkapkan, Ke­menpar memiliki target besar, yakni menggaet 14 juta wisa­tawan mancanegara (wisman) pada 2024.

Sementara saat ini, baru terca­pai 9,09 juta wisman atau atau naik 20,38 persen pada periode Januari-Agustus 2024.

“Tentu kita akan promosikan lebih ke high quality tourist, menggalakkan promosi ke luar negeri lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Baca juga : Waspada, Wabah Penyakit Cacar Air Dan Gondongan

Dia menekankan, kolaborasi antarkementerian menjadi hal yang krusial dalam memajukan pariwisata Indonesia.

Perlu kerja sama dengan ba­nyak pihak untuk mencari solusi agar meningkatkan pertumbuhan jumlah kunjungan hingga peningkatan kualitas layanan di sektor pariwisata Indonesia.

“Mengenai aksesibilitas, transportasi, harga tiket yang terjangkau, kita harus segera atasi bersama kementerian dan lembaga yang lainnya supaya wisman, dan wisnus bisa travel di Indonesia lebih murah,” tutup Widi.

Dalam Rencana Kerja Peme­rintah (RKP) 2025, Pemerintah menargetkan peningkatan nilai devisa pariwisata sebesar 22,1 miliar dolar AS, serta kontri­busi pariwisata terhadap PDB meningkat sebesar 4,6 persen.

Baca juga : Gerakan Kotak Kosong Bikin Posko Perlawanan

Sementara, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, hal tersebut bukan hal yang mustahil. Pariwisata memiliki sektor yang beragam. Namun, diingatkannya, butuh langkah jelas dan mesti terkelola dengan baik.

“Pariwisata di Indonesia sa­ngat luas cakupannya. Jika semuanya digabungkan, mungkin kontribusinya bisa di atas 5 persen,” paparnya.

Menurut dia, yang tak kalah penting adalah dampak positif bagi masyarakat dan pening­katan kesejahteraan. Pariwisata perlu memperhatikan kearifan lokal, seperti memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.