Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pilwalkot Pasuruan
Gerakan Kotak Kosong Bikin Posko Perlawanan
Jumat, 1 November 2024 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan kotak kosong dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) 2024, terus menguat. Mereka membuat posko perlawanan terhadap calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Adi Wibowo-Mokhamad Nawawi.
Kelompok gerakan kotak kosong ini dimotori Forum Penyelamat Demokrasi Masyarakat (FPDM). Mereka membuat posko untuk konsolidasi melawan pasangan tunggal Adi Wibowo-Mokhamad Nawawi.
“Posko ini menjadi tempat bagi siapapun masyarakat yang ingin bergabung dalam gerakan ini,” kata Koordinator Gerakan Kotak Kosong Kota Pasuruan Ayi Suhaya dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).
Posko itu berlokasi di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. “Kami yakin, masyarakat ada yang tidak menghendaki calon tunggal di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Ayi menjelaskan, gerakan ini muncul dari kesedihan para tokoh masyarakat di Kota Pasuruan yang berharap demokrasi lebih hidup. Dia mengatakan, jika kotak kosong menang dalam Pilwalkot Pasuruan, maka pesta demokrasi bisa diulang.
Baca juga : Hadapi Banjir, DKI Siagakan Pompa Dan Peralatan Berat
“Akan muncul calon lain yang bisa menjadi alternatif bagi masyarakat di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Dia memastikan, gerakan kotak kosong tidak didanai dari sponsor siapapun. Pendanaan gerakan kotak kosong berasal dari sumbangan masyarakat yang peduli terhadap demokrasi di Kota Pasuruan.
“Juga, pertolongan dari Gusti Allah,” tandasnya.
Ketua KPU Kota Pasuruan Nanang Abidin mengatakan, pihaknya tidak bisa melaranggerakan kotak kosong dalam Pilwalkot. Gerakan kotak kosong merupakan hak seseorang dalam berdemokrasi.
“Tapi, kami sebagai penyelenggara pemilu hanya memfasilitasi paslon yang mendaftar dan sudah ditetapkan KPU,” kata Nanang dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).
Baca juga : Debut Nistelrooy Tampil Manis
KPU Kota Pasuruan, kata Nanang, tidak berani melanggar ketentuan yang sudah diatur oleh KPU Pusat. Termasuk, memfasilitasi gerakan Kotak Kosong seperti Alat Peraga Kampanye (APK), bahan kampanye, surat suara hingga persoalan debat kandidat.
Terkait debat, tambah Nanang, KPU juga sudah menyiapkan jadwal, yakni pada 2 dan 17 November 2024. “Debat ini diikuti calon tunggal,” kata dia.
Nanang menjelaskan mekanisme debat dalam Pilwalkot Pasuruan. Rencananya, akan dipandu 3 orang panelis dengan 6 sesi. Sesi pertama diawali pembukaan, penjelasan tata tertib dan penjelasan penyampaian visi misi paslon.
Sesi kedua hingga kelima penajaman visi misi dan sesi terakhir penutup. Debat juga melibatkan panelis dari kalangan profesional, akademisi dan tokoh masyarakat.
Bagaimana tanggapan paslon Adi Wibowo-Mokhammad Nawawi? Anggota Tim Pemenangan Adi Wibowo-Mokhammad Nawawi, Abdullah Junaedi tidak khawatir dan tidak mempermasalahkan Gerakan Kotak Kosong dalam Pilwalkot Pasuruan.
Baca juga : Tennis Paris Masters 2024, Zverev Hancurkan Griekspoor
“Kami baru pertama kali ini di Pilwalkot melawan kotak kosong. Sebelumnya selalu bertarung. Jadi biasa saja dengan munculnya gerakan ini,” ujar Junaedi dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).
Junaedi mengklaim, dalam setiap kegiatan kampanye dan sosialisasi, paslon Adi Wibowo-Mokhamad Nawawi banyak diterima oleh masyarakat. Dia menyindir munculnya gerakan itu dalam Pilwalkot Pasuruan seperti ada yang berisik.
“Ada permintaan debat kandidat yang diharapkan bisa menampung adu argumen calon tunggal dengan aktivis kotak kosong,” ujarnya.
Junaedi menegaskan, debat paslon tunggal tidak mungkin dihadapkan dengan aktivitas kotak kosong. Paslon yang diakui resmi oleh KPU Kota Pasuruan adalah Adi Wibowo-M Nawawi.
“Jika tidak ada pilihan, KPU Kota Pasuruan sudah menyediakan jalur perseorangan. Mestinya jika memang tidak setuju, biar memakai jalur tersebut,” pungkas politikus PKB ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya