Sebelumnya
Putri menambahkan, skrining dilakukan untuk mendeteksi awal adanya kelainan pada bayi prematur, agar orang tua bisa cepat melakukan tata laksana dari kelainan yang ada.
“Biasanya, bayi prematur terlahir dalam kondisi yang lebih lemah dan organnya belum berkembang sempurna,” imbuhnya.
Sebab itu, kata dia, bayi prematur perlu menjalani pemeriksaan skrining sedini mungkin setelah dilahirkan. Putri mengingatkan, orang tua juga perlu mengisi buku KIA bayi kecil dari Kemenkes yang akan diberikan setelah bayi lahir.
Di media sosial X, netizen berharap program skrining kesehatan gratis berjalan maksimal dan menjangkau semua lapisan masyarakat.
Baca juga : Penumpang LRT Diproyeksi Naik 80.000 Orang Per Hari
“Program ini sudah terealisasikan di Puskesmas sejak lama. Tapi, masih banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai skrining kesehatan. Apalagi layanan kesehatan ini gratis,” cuit akun @zeinmorning.
Akun @fluttyfloppydays berharap, Pemerintah melakukan inisiatif jemput bola dalam program skrining kesehatan.
“Kalau skrining kesehatan biasanya di Puskesmas dan harus sesuai jadwal. Ada baiknya juga digelar di kantor-kantor dan pabrik. Jadi, sekalian untuk pelacakan kasus penyakit. Kayak TB, HIV dan penyakit tidak menular gitu loh,” usulnya.
Sementara, akun @aircoolermumu meminta Pemerintah menggunakan banyak sumber daya manusia dalam program skrining kesehatan.
Baca juga : Manchester United Vs PAOK UEL, Duel Perpisahan Nistelrooy
“Misalnya, di integrasi layanan primer, kader-kader di desa dilatih untuk melakukan skrining kesehatan menggunakan instrumen sesuai usia dan kondisi warga. Tapi, yang susah, skrining dengan pemeriksaan penunjang harus dilakukan nakes,” tulisnya.
Akun @kamudisinii mempertanyakan soal skrining kesehatan jiwa yang ternyata tidak masuk dalam program skrining kesehatan gratis.
“Kenapa nggak ada skrining kesehatan jiwa? Padahal, itu juga penting, coba saja skrining masyarakat usia remaja akhir, banyak yang sudah stres, belum lagi orang di usia produktif, rata-rata kena stres semua, banyak yang membutuhkan penanganan medis,” tuturnya.
Akun @_agunghan menambahkan, skrining kesehatan jiwa jangan diabaikan. “Kesehatan jiwa penting, kalau perlu skriningnya di tempat kerja. Jangan sampai orang disuruh self skrining, atau ke orang yang bukan ahlinya, memang sebaiknya diagnosa ke ahli,” harap dia.
Baca juga : Waspadai Mega Dan Bukilic
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 7 November 2024 dengan judul Kasih Hadiah Untuk Masyarakat, Kemenkes Mau Luncurkan Skrining Kesehatan Gratis
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.