BREAKING NEWS
 

Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Erick Petakan Aset BUMN

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Sabtu, 9 November 2024 07:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, malam (7/11/2024). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen mensukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Untuk itu, Erick telah meng­gelar pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Per­mukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/11/2024) malam.

Dia mengaku akan memetakan sejumlah aset BUMN di sektor perumahan.

“Kita punya kesepakatan memetakan seluruh aset BUMN untuk perumahan rakyat. Ter­masuk perumahan menengah nantinya,” ungkap Erick.

Baca juga : Beringin Pengen Jadi Partai Pelopor Dukung Pemerintah

Menurutnya, untuk mewu­judkan itu, pihaknya menggan­deng Perum Perumnas dan KAI Properti.

Erick mengatakan, selama ini lahan-lahan BUMN bidang perumahan sangat efektif di­gunakan.

“Kita sudah melihat beberapa proyek percontohan di lahan-lahan kereta api menjadi efektif dan terjadi subsidi silang antara yang mampu sama yang mem­butuhkan,” tuturnya.

Erick menambahkan, ada juga lahan lain milik BUMN dengan unit cukup besar untuk Transit Oriented Development (TOD). Jumlahnya mencapai 900 unit di suatu lokasi yang belum diumumkan.

Baca juga : Kurangi Rapat Dan Ngopi-ngopi Di Hotel

Kendati begitu, Erick menyatakan bahwa lokasi yang dimak­sud bukan di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

“Insya Allah nanti saya dengan Pak Ara (Maruarar Sirait) juga akan mengusulkan ke Bapak Presiden, kalau berkenan pro­gram 100 hari kami nanti salah satunya ada TOD yang terbaru,” ungkapnya.

Selain pembangunan 3 juta rumah, kedua menteri tengah mengkaji rencana memperpan­jang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari 15 tahun menjadi 30 tahun.

Erick berharap, rencana terse­but mampu mendorong minat dan daya beli masyarakat untuk memiliki hunian dengan cicilan yang jauh lebih murah.

Baca juga : Kekuatan Calonnya Merata, Pilgub Jawa Tengah Sengit

Dia akan mendorong skema pembiayaan supaya membantu masyarakat yang memang sudah punya bujet tertentu.

“Dengan ditarik 30 tahun, cicilannya jauh lebih murah,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense