Sebelumnya
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon Wandi Sofyan mengatakan, KTV bisa jadi solusi penataan kawasan kumuh. Melalui program itu, para penghuni bisa lebih sehat dan aman dalam bermukim.
Menurut Wandi, pihaknya akan mengedepankan pendekatan yang baik agar masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh mau di tata. Selama ini, penataan permukiman kumum belum maksimal, karena pola penanganan terbatas pada pemugaran yang bersifat sporadic, atau tidak berfokus pada satu kawasan dan ketersediaan lahan yang terbatas.
Sebab itu, perlu pendekatan terintegrasi, yakni pola peremajaan di kawasan permukiman kumuh. Penerapan konsolidasi tanah vertikal menjadi solusi inovatif yang dapat mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas di perkotaan.
Baca juga : Internal Solid, Kinerja Moncer
Di media sosial X, komentar soal program KTV muncul dengan argumentasi yang beragam.
“Ini program bagus, jadi kayak di eropa gitu. Lebih banyak rusun bukan rumah tapak yang kumuh,” cuit akun @homessthome.
“Tolong perhatikan, banyak juga loh permukiman kumuh yang berdiri di atas tanah negara atau tanah seseorang yang ditelantarkan. Jadi, kalau berdiri di atas tanah negara, ya tertibkan saja bikinin KTV. Kalau di tanah telantar, cabut saja hak kepemilikan orang yang menelantarkan, kemudian bangun rusun,” tulis akun @warnotBees.
Baca juga : Jaktour Didorong Sulap Aset Buat Kerek Untung
Akun @hdhpda_ meminta program KTV disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Sebab, masyarakat yang lahannya lebih luas, lebih ingin tanahnya di beli daripada digabung dengan tanah lain untuk dibangun rusun.
“Ini Indonesia. Orang-orangnya nggak mau rugi meski untuk kebaikan diri sendiri dan umum. Jadi, harus disosialisasikan dengan baik, agar KTV bisa berjalan, yang egonya tinggi itu mau lahannya digabung,” katanya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 26 November 2024 dengan judul Atasi Kepadatan Penduduk, Program KTV Jadi Solusi Tata Permukiman Kumuh
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.