Sebelumnya
Dia juga meminta dukungan aktif semua pihak untuk memperkuat peran perempuan dalam birokrasi.
“Perubahan budaya yang mendalam membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari dari keluarga, masyarakat, termasuk swasta dan civil society. Kita harus membangun lingkungan yang inklusif agar perempuan dapat mencapai potensi penuhnya sebagai ASN,” tandasnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Indramayu Aep Surahman mengatakan, Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan hal penting yang tidak terlepas dari jalannya proses pembangunan daerah. Terlebih, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.
Proses ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan fungsional di semua instansi dan lembaga Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karenanya, kepala daerah harus mengintegrasikan isu-isu gender dalam pembangunan daerah, mulai dari proses penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pengawasan.
Baca juga : Pangkalpinang & Bangka Bakal Gelar Pilkada Ulang
Lebih lanjut, Aep menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus mendorong, mengoptimalkan dan mengefektifkan pengarusutamaan gender secara terpadu dan terkoordinasi ke dalam proses perencanaan pembangunan.
“Itu dilakukan secara bersama-sama antar-perangkat daerah melalui pengintegrasian isu gender dalam program dan kegiatan pembangunan daerah,” imbuhnya.
Di media sosial X, isu gender dalam jabatan struktural pemerintahan, baik di kementerian/lembaga maupun di Pemerintahan Daerah, juga banyak disorot netizen.
“Kesetaraan gender merupakan isu yang semakin mendominasi agenda pembangunan global. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kesetaraan gender bukan hanya sekadar tujuan, tapi juga merupakan prasyarat untuk mencapai keberhasilan di berbagai sektor,” tulis akun @AlifiyahNa53619.
Baca juga : Program Genting Bakal Turunkan Angka Stunting
“Tahun 2019, gue kuliah jurusan sosiologi, ada mata kuliah gender dan pembangunan. Dari situ gue baru paham, kesetaraan gender itu penting. Bukan hanya untuk perempuan, tapi untuk laki-laki juga. Gue belajar banyak hal, mulai dari sejarah, teori, cara berpikir, dan sebagainya,” cuit akun @pitpitcuit_.
“Di konoha perempuan hanya dikasih jabatan tinggi pada pemerintahan untuk urus soal perempuan dan anak. Hey, memangnya kami ini tidak bisa urus yang lain, seperti pembangunan, industri hingga militer. Boleh dong kasih kesempatan untuk ‘diadu’,” timpal akun @sansinpus.
Akun @heelcata223 melontarkan pendapat serupa. “Perempuan bisa maju atau sejajar dengan laki-laki dalam soal kerjaan. Masalahnya, mau dikasih kesempatan atau nggak,” imbuhnya.
“Sebenarnya, ini masalah konstruksi pemikiran sosial. Dari dulu, perempuan dianggap ‘itulah’ daripada laki-laki. Yuk, diperbaiki yang keliru. Semua bisa kok diajak membangun daerah,” ucap akun @tonyy38997.
Baca juga : PLN IP Gaet Perusahaan Geothermal Asal Jepang
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 8 Desember 2024 dengan judul Kesetaraan Gender Di Lingkungan ASN, MenPAN-RB Dorong Kaum Hawa Isi Jabatan Penting
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.