Dark/Light Mode

Pemerintah Diminta Kolaborasi Dengan Banyak Pihak

Program Genting Bakal Turunkan Angka Stunting

Minggu, 8 Desember 2024 07:15 WIB
Anggota Komisi IX DPR Alifudin. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi IX DPR Alifudin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendukung penuh program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program tersebut diharapkan bisa mengatasi stunting yang masih menjadi masalah besar di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR Alifudin mengatakan, Program Genting ini merupakan langkah konkret yang diambil pemerintah untuk mengatasi masalah stunting.

“Saya sangat mendukung inisiatif ini karena akan mem­berikan dampak langsung ke­pada keluarga berisiko stunting. Terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan perha­tian khusus,” ujarnya dalam keterangan persnya, Sabtu (7/12/2024).

Alifudin menuturkan, salah satu hal yang patut diapresiasi dari program tersebut adalah keseriusan Pemerintah dalam memberikan bantuan yang bersifat berkelanjutan. Bantuan berupa makanan bergizi yang diberikan selama dua tahun ini diharapkan dapat memperbaiki pola makan keluarga berisiko stunting.

Baca juga : PLN IP Gaet Perusahaan Geothermal Asal Jepang

“Dan meningkatkan kesehatan ibu hamil serta balita di daerah tersebut,” katanya.

Dia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan stunting melalui program tersebut. Diharapkan, perangkat desa, tenaga medis, dan masyarakat setempat men­dukung program ini.

“Ini adalah kerja bersama. Dengan sinergi yang baik, kita yakin bisa mengurangi prevalensi stunting di daerah-daerah terisolasi seperti di dapil saya di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kalimantan Barat,” sebutnya.

Sebelumnya, Menteri Kepen­dudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menyampaikan, Pro­gram Genting dirancang untuk mengatasi masalah stunting yang menjadi tantangan be­sar dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia berkualitas.

Baca juga : Pemerintah Kerek Daya Beli Masyarakat Kelas Menengah

“Peluncuran Genting ini merupakan upaya, karena masih tingginya angka stunting di Indonesia, yaitu sekitar 21,5 persen pada tahun 2023. Hanya menu­run 0,1 persen dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Wihaji menargetkan penu­runan angka stunting menjadi 18 persen pada 2025. Program Genting merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, sesuai amanat Per­aturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021. Program ini bertujuan memberikan inter­vensi strategis, terarah dan tepat sasaran kepada keluarga berisiko stunting.

“Melalui kegiatan Genting ini, diharapkan balita berisiko stunting mendapatkan bantuan peningkatan gizi dan kesehatan. Keluarga yang memiliki balita berisiko stunting mendapatkan edukasi dan bantuan lainnya,” imbuhnya.

Genting merupakan gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan tidak stunting melalui kepedulian para pihak sebagai Orang Tua Asuh (OTA). OTA stunting ini akan membantu keluarga yang berisiko stunting selama 1.000 hari kehidupan mulai dari dalam kandungan.

Baca juga : Banyak Perempuan Alami Kekerasan Fisik Dan Seksual

“Mereka (orang tua asuh) bisa dari perorangan maupun lem­baga, seperti BUMD, individu atau perseorangan, komunitas, swasta, perguruan tinggi atau akademisi serta media,” ucap Wihaji.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.