Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jumlahnya Capai Ratusan Ribu Di Jakarta
Banyak Perempuan Alami Kekerasan Fisik Dan Seksual
Minggu, 8 Desember 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut 3,78 persen atau 200.357 dari 5.300.454 perempuan di Jakarta pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual. Untuk mencegah kasus itu terulang, para korban diharapkan berani melapor ke Pemerintah.
Temuan kasus itu didapatkan dari hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Daerah (SPHPD) 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan, meskipun angka kekerasan menurun, namun masih banyak pekerjaan rumah untuk meminimalkan, bahkan menihilkan kekerasan terhadap perempuan.
Dia berharap, para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan berani melapor. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah menyediakan posko dan tenaga pendampingan untuk membantu korban menghadapi kasus kekerasan yang mereka alami.
Baca juga : Mega-Bukilic Terus Menyala
Selain itu, Dinas PPAPP memberikan pendampingan intensif kepada para korban. Langkah ini diambil untuk membangun keberanian para korban melapor tanpa rasa takut atau malu.
“Kami ingin menyadarkan mereka bahwa melaporkan kejadian kekerasan bukanlah sesuatu yang memalukan. Melainkan langkah untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.
Miftah menegaskan, Dinas PPAPP berkomitmen memberikan layanan terbaik. Termasuk posko dan tenaga pendampingan, untuk membantu korban menghadapi kasus kekerasan yang mereka alami.
“Upaya ini menjadi bagian penting dari misi besar Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan bebas dari kekerasan bagi perempuan di Ibu Kota,” tandasnya.
Baca juga : The Blues Siap Tempur
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Rany Mauliani mendorong Dinas PPAPP memperbanyak Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA). Hal itu untuk mempermudah para korban kekerasan melakukan pengaduan.
“Minimal ada satu POS SAPA di setiap kelurahan. Sehingga, masyarakat yang mengalami maupun tahu dan ingin membantu korban-korban kekerasan ini paham harus ke mana melaporkan kejadiannya,” kata Rany.
Politisi Partai Gerindra itu menyebut, keberadaan Pos SAPA sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat pertolongan pertama jika terjadi kekerasan.
Rany prihatin masih terjadi kasus kekerasan terhadap para perempuan dan anak.
Baca juga : Di Tengah Banjir, Jaksa Tangkap Pelaksana Proyek
Dia menekankan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat terhadap para korban kekerasan dan pelecehan seksual agar berani melapor ke Pemerintah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya