RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 8 persen dalam lima tahun. Salah satu tulang punggung untuk mencapai target Kepala Negara tersebut adalah industri manufaktur.
Industri manufaktur masih memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan III-2024 sebesar 17,18 persen. Kontribusi industri manufaktur pada triwulan III-2024 ini meningkat dibandingkan pada triwulan II-2024 yang mencapai 16,70 persen. Pada periode ini, industri pengolahan nonmigas tumbuh 4,84 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan capaian triwulan II-2024 sebesar 4,63 persen.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh aktivitas domestik yang relatif terjaga, termasuk juga pada aktivitas produksi. Hal ini seperti ditunjukkan oleh Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia, yang berada pada zona ekspansi sebesar 51,54 persen pada triwulan III-2024. Bank Indonesia juga mencatat pada triwulan III-2024 kapasitas produksi terpakai sebesar 73,13 persen.
Pada hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) 2024 Oktober 2024 mencatat terjadi peningkatan persentase pelaku usaha yang merasa optimis dan stabil menjadi 95,1 persen, dengan 73,3 persen pelaku usaha menyatakan optimisme terhadap kondisi usaha mereka. Angka ini naik 1,8 persen dibandingkan September 2024.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, program prioritas yang bakal dijalankan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) guna mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo.
Menperin mengatakan, program itu antara lain pemindahan akses pelabuhan impor (entry point) ke Indonesia Timur, inisiasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gas Bumi untuk Kebutuhan Dalam Negeri, serta kredit revitalisasi industri padat karya.
Usulan program prioritas yang dinamai sebagai program Quick Wins tersebut sudah diusulkan pihaknya dalam Rapat Koordinasi Terbatas (rakortas) yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (3/11/2024).
"Kami bersama kementerian lain di bawah koordinasi Menko Perekonomian telah melakukan rapat terbatas. Beberapa program prioritas di sektor perindustrian telah disampaikan, yang akan dibentuk gugus tugas atau task force untuk pembahasan secara detil,” katanya.
Untuk pemindahan jalur masuk pelabuhan produk impor menyasar beberapa komoditas, seperti elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, alas kaki, kosmetik, keramik, katup dan obat tradisional.
Baca juga : Industri Galangan Kapal Jadi Tulang Punggung Menuju Indonesia Emas 2045
Tantangan terbesar dalam meningkatkan kontribusi industri terhadap PDB adalah tingginya arus impor yang berpotensi menekan produk lokal. Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk memperketat regulasi impor guna mendukung industri dalam negeri agar dapat tumbuh lebih optimal.
Menurut Menperin, pemilihan komoditas tadi bukan tanpa alasan, mengingat sektor-sektor industri tersebut rawan terhadap serbuan barang impor murah atau ilegal. “Ini kami jadikan fokus kebijakan pemerintahan Kabinet Merah Putih untuk menetapkan pelabuhan impor di Sorong, Bitung dan Kupang,” kata dia.
Sementara RPP Gas Bumi, bakal menjadi pemacu (game changer) dalam mendongkrak kinerja industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Melalui beleid ini tidak hanya tujuh subsektor industri yang mendapatkan subsidi gas dari program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 6 dolar AS per Million British Thermal Unit (MMBTU).
Selanjutnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, pemerintah juga melakukan terobosan baru bagi sektor industri dalam bentuk kredit revitalisasi industri padat karya, sehingga bisa memacu produktivitas.
“Kredit ini bertujuan mendorong pembiayaan perbankan bagi sektor usaha padat karya yang mendukung penciptaan lapangan kerja,” ujar dia.
Selain itu, Kemenperin melakukan pengembangan standardisasi industri, industri hijau, dan jasa industri. Kemenperin menyiapkan program prioritas penyiapan SDM industri serta upaya pengembangan seluruh sektor industri yang menjadi binaan Kemenperin, yaitu industri agro, industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE), industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT), serta industri kecil dan menengah (IKM).
Kemenperin juga menjalankan program prioritas ketahanan industri, perwilayahan industri, dan akses industri internasional (KPAII). “Pertumbuhan sektor manufaktur bisa lebih bagus apabila semua regulasi yang dibutuhkan tersedia, khususnya yang berkaitan dengan lartas dan safeguards,” kata Menperin.
Kemenperin juga akan bekerja sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2025-2045, yang memiliki kebijakan pengembangan 10 industri prioritas. “Kami optimistis sektor industri manufaktur masih memberikan kontribusi paling besar pada perekonomian nasional. Oleh karena itu, kami akan memantapkan roadmap yang sudah ada dalam dua atau tiga tahun ke depan,” tuturnya.
Menperin menambahkan, Kemenperin tetap berkomitmen untuk melaksanakan program hilirisasi. “Program hilirisasi tidak hanya difokuskan pada beberapa komoditas saja, tetapi juga dilakukan pada seluruh komoditas yang dapat menciptakan nilai tambah, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan pekerjaan,” terangnya.
Baca juga : Prabowo Sebut Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Pedesaan
Strategi selanjutnya, pembangunan industri ke depan harus ditujukan untuk memperdalam struktur industri dari hulu ke hilir, serta didasarkan pada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. “Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang besar, Indonesia selalu memiliki potensi besar menjadi negara industri maju dunia,” imbuhnya.
Untuk itu, diperlukan sinergi antara Kemenperin bersama stakeholders mulai dari penyusunan kebijakan industri dan perdagangan, penguatan rantai pasok, pembinaan SDM, fasilitasi pembiayaan, hingga pengembangan riset dan teknologi.
“Dengan demikian, pada akhirnya sektor industri manufaktur nasional diharapkan benar-benar mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang kuat dan berhasil menghantarkan Indonesia pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Menperin.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, bahwa industri manufaktur masih menjadi adalan. Industri seperti jantung yang harus mengalirkan darah, memberikan oksigen ke seluruh tubuh. “Jadi, mau tidak mau harus diperkuat dan diberikan suntikan vitamin dan suplemen supaya tetap kuat dan berkembang,” paparnya.
Investasi Manufaktur
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi manufaktur mencapai Rp 178,7 triliun pada triwulan III-2024 atau berkontribusi 41,4 persen dari total realisasi investasi periode ini. Realisasi ini naik 9,16 persen dibandingkan capaian triwulan III-2023 sebesar Rp163,7 triliun.
Sektor manufaktur berada di posisi kedua realisasi investasi terbesar berdasarkan sektor, lebih tinggi dari invesatsi sektor primer. Realisasi investasi manufaktur secara kumulatif periode Januari-Juni 2024 mencapai Rp 337 triliun atau 40,6 persen dari total realiasi investasi periode tersebut.
Adapun, sepanjang tahun ini manufaktur memberikan kontribusi yang paling besar dari penanaman modal asing (PMA), sementara itu investasi dalam negeri atau PMDN berkontribusi paling besar pada infrastruktur dan jasa.
“Kami akan tancap gas. Sesuai arahan Bapak Presiden, khusus untuk sektor manufaktur, harus ada korelasi di antara pertumbuhan setiap industri dengan kesejahteraan rakyat secara langsung. Artinya, investasi itu harus benar-benar yang terarah, yang juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas,” kata Menperin.
Baca juga : Anindya: Industri Pasar Modal Akan Membaik Karena Fundamental Ekonomi RI Kuat
SDM Industri
Kemenperin gencar melaksanakan program Diklat 3 in 1 untuk meningkatkan serapan tenaga kerja melalui skills yang relevan dan dibutuhkan oleh industri saat ini. Tercatat pada Januari-September 2024, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah melatih dan memfasilitasi penempatan kerja di sektor industri bagi 21.534 orang.
“Pelatihan dilakukan dengan menggunakan kurikulum dan modul yang mengacu pada kebutuhan industri agar terbentuk link and match antara lembaga pelatihan dengan perusahaan industri untuk menghasilkan lulusan pelatihan yang kompeten dan siap kerja,” kata Menperin.
Diklat 3 in 1 merupakan program pelatihan yang memberikan tiga layanan sekaligus dalam satu paket, yaitu pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, serta penempatan kerja langsung pada industri. Sebagai kelanjutan implementasi program tersebut, diselenggarakan pelatihan pada Oktober-November 2024 di Yogyakarta untuk sektor digital marketing, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur.
Kemenperin juga menggelar Industrial Festival 2024. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk merayakan kreativitas dan inovasi serta menjadi momentum bagi generasi muda untuk berkolaborasi dalam memajukan industri di negeri ini. Industrial Festival juga hadir sebagai upaya meningkatkan literasi seputar kebijakan dan kinerja industri serta pentingnya peran sektor industri bagi pertumbuhan ekonomi.
Sekjen Kemenperin, Eko S.A Cahyanto mengatakan, alasan Generasi Z menjadi target utama pada Industrial Festival, karena saat ini Indonesia didominasi oleh Gen Z sebanyak 74,93 juta jiwa atau sebesar 27,94 persen dari total penduduk Indonesia. Selanjutnya yang berada di usia produktif, yaitu generasi milenial sebanyak 69,38 juta jiwa atau 25,87 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.