BREAKING NEWS
 

Banjir Pekalongan, Pembukaan Akses Mulai Dikerjakan Untuk Cegah Isolasi Warga

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Rabu, 29 Januari 2025 15:18 WIB
Kondisi banjir dan longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus melakukan penanganan bencana banjir dan longsor di Pekalongan. Penanganan bencana akan difokuskan pada pembersihan material longsor dan penanganan pohon tumbang untuk membuka akses masyarakat. 

"Kita prioritaskan pembukaan akses dulu agar masyarakat tidak ada yang terisoler," kata Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo di  Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (29/01). 

Pembukaan akses jalur terus dilaksanakan BBPJN Jateng-DI Yogyakarta dengan mini excavator pc-50. Salah satunya, ruas Wanayasa-Sibebek-Gumelem. 

Baca juga : Bersama Anak, Puan Ziarah Ke Makam Leluhur TK Untuk Rawat Sejarah Keluarga

Kementerian PU melalui BBPJN Jateng-DI Yogyakarta juga memobilisasi alat berat berupa 2 unit excavator PC200, 1 unit DT, 2 wheel loader dan 1 unit backhoe loader serta 1 unit excavator PC-75. 

Adsense

Dalam arahannya, Menteri Dody meminta penggantian jembatan penghubung antar desa yang roboh diterjang banjir Sungai Weloh dan Sungai Kasimpar diperioritaskan. Saat ini telah disiapkan 2 unit Jembatan Bailey bentang 30 meter sebagai jembatan darurat untuk menggantikan sementara fungsi jembatan yang terdampak longsor dan banjir yang sudah berada di Karangjati. 

"Jembatan Bailey sudah siap, cuman akses membawanya pakai alat berat masih belum bisa, masih ada batu-batu besar yang harus dibersihkan," kata Menteri Dody. 

Baca juga : Hemat Anggaran, Pemprov Jakarta Pangkas Program Kerja Bukan Prioritas

Perakitan hingga pemasangan Jembatan Bailey oleh BBPJN Jateng-DI Yogyakarta akan dibantu oleh TNI AD. Dengan selesainya pemasangan Jembatan Bailey sambil menunggu pembangunan jembatan permanen diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari pasca bencana banjir di wilayah Kecamatan Petungkriyono. 

"Tadi saya sampaikan untuk sementara segera selesai, hitungan hari tetapi kalau untuk permanen ya mungkin butuh waktu, karena harus gambar dulu perencanaannya," katanya. 

Selain mengerahkan alat berat untuk penanganan jalan dan sungai, Kementerian PU juga mendukung pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak dan mendukung tugas tim evakuasi. Saat ini Satuan Tugas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jateng telah melakukan assessment kebutuhan sarana dan prasana (sarpras) yang dibutuhkan untuk mendukung masyarakat terdampak, operasional relawan, dan dapur umum Posko Yosorejo dengan mengerahkan 6 unit Hidran Umum kapasitas 2.000 liter, 6 unit Toilet Portable, 2 unit Mobil Tanki Air kapasitas 4.000 liter. 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense