Sebelumnya
Hal itu bertujuan untuk meningkatkan keselamatan jalan, mengurangi dampak buruk terhadap infrastruktur dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik di Indonesia.
Terpisah, Koordinator Indonesia Toll Road Watch (ITRW) Deddy Herlambang mengatakan, beberapa pihak yang saat ini masih keberatan dengan penerapan Zero ODOL secara menyeluruh adalah Kemenperin.
Menurutnya, lembaga tersebut masih keberatan lantaran khawatir dengan dampak penerapan Zero ODOL yang dapat memicu inflasi harga produk industri.
Baca juga : Golkar Hormati Keputusan Prabowo
Deddy menekankan, truk ODOL tidak pernah lepas dari risiko keselamatan di jalan. Karena, kecelakaan lalu lintas truk ODOL hampir terulang setiap hari.
Sayangnya, pihak yang selalu disalahkan hanya sopir truk. Sementara stakeholder lain seperti pengusaha angkutan, pemilik barang, hingga Pemerintah kerap abai atas keselamatan di jalan.
“Pasti selalu jadi kambing hitam sopir dan sarana truknya yang remnya gagal. Stakeholder lain tidak tersentuh padahal semuanya juga terlibat,” ucapnya.
Baca juga : Bule Yang Melanggar Keimigrasian Melonjak
Untuk diketahui, kecelakaan yang melibatkan truk ODOL sudah kerap terjadi. Di awal Januari 2025, truk yang tidak kuat menanjak menyebabkan kecelakaan tragis di Tol Cipularang, Minggu (5/1/2025). Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan itu.
Selang tiga hari kemudian, truk yang mengalami rem blong juga mengalami kecelakaan di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kecelakaan truk juga terjadi di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2025). Truk yang mengangkut pupuk menabrak pelajar hingga tewas usai mengalami rem blong. KPJ
Baca juga : Prestasi Indonesia Harus Dikenang Generasi Muda
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 21 Februari 2025 dengan judul "Demi Keselamatan Transportasi Pemerintah Segera Terapkan Zero ODOL"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.