BREAKING NEWS
 

Program 1 RW 1 Bank Sampah, Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 5 Maret 2025 14:53 WIB
Foto: Kementerian Lingkungan Hidup.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) secara resmi meluncurkan program strategis nasional berjudul "1 RW 1 Bank Sampah" sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle melalui Bank Sampah.

Program yang dirancang dengan pendekatan participatory development ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat komunitas melalui pemberdayaan masyarakat.

Implementasi program secara nasional menargetkan pembentukan bank sampah unit di setiap Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Republik Indonesia, dengan target pembentukan 83.451 bank sampah baru dalam kurun waktu 4 tahun (2025-2029).

Baca juga : Wagub Rano Minta Organisasi Perangkat Daerah Lebih Gesit Tangani Banjir Jakarta

Program 1 RW 1 Bank Sampah merupakan implementasi konkret dari Rencana Strategis KLH 2020-2024 yang mendorong pemilahan sampah dari sumbernya (segregation at source) berdasarkan 5 kategori sampah: sampah organik, sampah kertas, sampah plastik, sampah logam, dan sampah berbahaya rumah tangga.

Adsense

Program ini bertujuan menciptakan nilai ekonomi dari sampah melalui proses resource recovery dengan pendekatan reduce-reuse-recycle-recovery (4R) sesuai dengan hierarki pengelolaan sampah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam paparan di hadapan Komisi XII DPR 27/2/2025.

Baca juga : Program TJSL, Peruri Gelar Sosialisasi Kesadaran Kanker Di Karawang

Data komprehensif yang dikompilasi oleh Sistem Informasi Bank Sampah Nasional (SIBSN) menunjukkan bahwa hingga Februari 2025, terdapat 371 Bank Sampah Induk dan 24.893 Bank Sampah Unit dengan total nasabah aktif mencapai 892.456 orang yang tersebar di 447 kabupaten/kota.

Volume sampah yang terkelola melalui jaringan bank sampah mencapai 3.245 ton per tahun dengan komposisi: 45,3 persen sampah plastik, 29,7 persen sampah kertas, 13,2 persen sampah logam, 8,1 persen sampah kaca, dan 3,7 persen sampah lainnya.

Total nilai ekonomi yang dihasilkan melalui sistem bank sampah mencapai Rp 5,73 miliar per tahun, dengan rata-rata pendapatan tambahan Rp 175.000-Rp 350.000 per bulan bagi pengelola bank sampah di tingkat RW.

Baca juga : Sukseskan Program CKG, Wapres Minta Sosialisasi Jangkau Masyarakat Luas

Melalui implementasi program 1 RW 1 Bank Sampah secara nasional, Kementerian memproyeksikan peningkatan volume sampah terkelola menjadi 15.750 ton per tahun (peningkatan 485 persen) dan peningkatan total nilai ekonomi menjadi Rp 27,8 miliar per tahun (peningkatan 485 persen) pada tahun 2029.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense