BREAKING NEWS
 

Majukan Pendidikan Pesantren, Menag Fokus pada Kesejahteraan Santri dan Inovasi

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 8 April 2025 13:47 WIB
Menag Nasaruddin Umar (kedua kanan) dalam lawatan ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone, Sulawesi Selatan, Senin (7/4/2025). (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berkomitmen kuat memajukan pendidikan pesantren di Indonesia. Dalam lawatannya ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone, Sulawesi Selatan, Senin (7/4/2025), Menag menyampaikan pesan-pesan kunci yang menekankan tiga aspek penting untuk memajukan pendidikan pesantren, yaitu kesejahteraan santri, inovasi dalam sistem pendidikan, dan penguatan peran pesantren dalam moderasi beragama.

Mengenai kesejahteraan santri, Menag ingat wasiat orang tuanya untuk tidak pernah membatasi kebutuhan dasar santri, terutama makanan. "Salah satu wasiat orang tua, jangan batasi makanan santri. Saya tidak mau mereka merasakan keterbatasan seperti apa yang pernah dirasakan anak-anak saya," ungkap Menag, seperti dimuat dalam laman kemenag.go.id, Selasa (8/4/2025).

Menag menuturkan, saat dahulu menempuh pendidikan di pesantren, karena keterbatasan ekonomi, dirinya kerap tidak dapat memenuhi kebutuhan makan. "Kita tidak ingin ini dialami lagi oleh para santri saat ini," ujar Menag.

Baca juga : Awal Ramadan & Idul Fitri Bareng, Menag: Keberuntungan Bangsa Indonesia

Menag berkomitmen memastikan para santri dapat fokus sepenuhnya pada proses belajar tanpa terbebani masalah pemenuhan kebutuhan pokok.

Adsense

Mengenai inovasi dalam sistem pendidikan, Menag menyatakan, Pondok Pesantren Al Ikhlas yang didirikannya menjadi contoh konkret dengan mengadopsi sistem dan metode internasional. Termasuk pemanfaatan teknologi informasi (IT), dalam proses pembelajaran. Langkah ini dipandang penting untuk membekali santri dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan global, sehingga mereka mampu bersaing dan berkontribusi di kancah internasional.

Secara khusus, Menag lalu menyoroti peran strategis pesantren dalam menjaga nilai-nilai ke-Indonesiaan dan mengawal moderasi beragama. Menag memiliki tekad kuat agar pesantren-pesantren menjadi benteng yang kokoh dalam mempertahankan tradisi luhur bangsa dan menanamkan pemahaman agama yang inklusif dan toleran.

Baca juga : Pantau Puncak Mudik dari JMTC Bareng AHY, Menhub Sebut Volume Kendaraan Naik

"Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia. Kita tidak ingin ada pemahaman agama yang sempit dan eksklusif. Santri harus menjadi agen perdamaian dan persatuan," tegas Menag.

Pesan-pesan yang disampaikan Menag ini menegaskan arah kebijakan Kementerian Agama dalam memberdayakan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang komprehensif. Fokus tidak hanya pada ilmu agama, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan, dan wawasan global santri, dengan landasan kesejahteraan yang terjamin.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, agar para santri dan pesantren di Indonesia mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan penjaga harmoni umat beragama," tandas Menag.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense