RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus bergerak cepat merealisasikan program perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan masyarakat tidak mampu.
Gerakan pembangunan rumah rakyat kecil ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kali ini, Menteri Ara bersama Yayasan Budha Tzu Chi, Kamar Dagang Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersinergi untuk membangun dan merenovasi rumah masyarakat tidak mampu di Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
"Hari ini renovasi dan pembangunan rumah dilaksanakan di dua kelurahan, Tanah Tinggi dan Kampung Rawa Jakarta. Tahap pertama ada 13 penerima bantuan dari total 1.000 bantuan. Program ini akan dilakukan secara bertahap tanpa menggunakan dana APBN dan APBD, BUMN dan BUMD. Ini murni gotong royong. Mari kita bangun rumah rakyat secara transparan dan cepat," ujar Menteri PKP dalam Peluncuran Program Bebenah Kampung dan Program Gotomg Royong Renovasi Rumah di Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Selasa (15/4/2025) sore.
Baca juga : Bertemu Menteri PKP, Wamen BUMN Siap Benahi Rumah Pejuang Timtim
Dengan semangat gotong royong sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, gerakan pembangunan rumah rakyat ini kata Ara, baru pertama kali dalam sejarah pemerintah Prabowo menggandeng pengusaha dan masyarakat mampu untuk membangun rumah rakyat tanpa menggunakan duit APBN, APBD, BUMN dan BUMD.
"Sesuai arahan presiden, kalau bekerja tak ada superman, yang ada super team. Saya juga sudah laporkan ke Presiden, dan beliau juga kirim salam hormat kepada kawan kawan, semoga program ini bukan hanya awal, tapi bisa jadi gerakan nasional membangun rumah masyarakat bersama," harapnya.
Ia mengatakan, program bebenah kampung ini merupakan kerja nyata kementerian PKP dalam Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masyarakat di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru Jakarta.
"Ini bukti nyata bahwa negara hadir di Tanah Tinggi. Masyarakat yang rumahnya direnovasi, ikut diberikan bantuan biaya kontrakan juga dari Yayasan Budha Tzu Chi selama masa pembangunan berlangsung," kata Menteri PKP.
Baca juga : Bareng Prabowo, Menteri PKP Tawarkan Investasi Rumah MBR Ke Qatar
Menteri PKP berharap adanya bantuan dari para pengusaha Indonesia dan orang mampu ini dapat menunjukkan bahwa isu Indonesia Gelap itu bohong, tapi Indonesia dengan rumah masyarakat yang layak huni akan makin terang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Pembangunan dan renovasi rumah di Tanah Tinggi bisa menjadi percontohan bagi pembangunan rumah di daerah. Mari kita doakan Pak Aguan makin banyak rejeki untuk membantu ke rakyat. Semoga orang yang kaya bisa berbagi pada masyarakat yang hidupnya susah dan tinggal di rumah tidak layak," katanya.
Sementara Wakil Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma atau Aguan menyatakan, siap membantu pemerintah merenovasi dan membangun rumah masyarakat yang tidak layak huni.
Selain itu, dirinya juga percaya penuh pada tim kerja Kementerian PKP di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait.
Baca juga : Layanan Mudik Lebaran Tidak Cukup Sekadar Lancar
"Saya percaya pada tim Menteri PKP. Saya juga siap membangun rumah vertikal di kawasan yang padat jika memang masyarakat menginginkannya sesuai aturan yang ada," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.