BREAKING NEWS
 

Menko PMK Tegaskan Pentingnya Kesiapan Indonesia Hadapi Disrupsi AI

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 29 April 2025 22:14 WIB
Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas penyiapan SDM Unggul Masa Depan dengan Mengoptimalkan Kecerdasan Buatan (AI), di Kemenko PMK, Selasa (29/4/2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi disrupsi tatanan kehidupan yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.

"Manusia tanpa AI akan sulit memenangkan kompetisi melawan manusia dengan AI," ujar Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas penyiapan SDM Unggul Masa Depan dengan Mengoptimalkan Kecerdasan Buatan (AI), di Kemenko PMK, Selasa (29/4/2025).

Menko PMK juga menegaskan, bahwa penguasaan terhadap AI kini menjadi keharusan, bukan hanya dalam konteks teknologi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan posisi geopolitik, daya saing ekonomi, serta ketahanan bangsa.

Baca juga : Menkop Budi Arie Tegaskan Pemanfaatan Teknologi Jadi Kunci Utama Kemajuan Koperasi

Lebih lanjut, Pratikno menyampaikan, bahwa agenda pembangunan manusia di Indonesia saat ini tengah menghadapi dua gelombang disrupsi besar, yaitu digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Apabila tidak diantisipasi dengan cepat dan tepat, disrupsi ini dapat mengakibatkan melemahnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pengambilan keputusan yang keliru di kalangan masyarakat.

"Masyarakat kita berpotensi kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengambilan keputusan sendiri jika kita tidak bergerak cepat," tegasnya.

Adsense

Dalam rapat ini, dibahas pula berbagai peluang yang dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, seperti pengembangan sistem peringatan dini bencana, penguatan proses pengambilan kebijakan berbasis data, penerapan kurikulum pembelajaran yang lebih fleksibel, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan sistem pertahanan nasional.

Baca juga : Penggerebekan Kasus Penipuan Online Di Sidrap Harus Hormati Supremasi Hukum

Meskipun membawa berbagai peluang, penggunaan AI juga membawa risiko besar, antara lain penyebaran disinformasi, manipulasi konten berbasis deepfake, ketergantungan berlebihan terhadap teknologi, hingga hilangnya kesempatan ekonomi akibat perubahan struktur pasar kerja.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah akan merumuskan Strategi Nasional Pendidikan dan Pengembangan SDM AI Terintegrasi, serta membentuk Gugus Tugas Nasional yang menakup berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Menko PMK mengingatkan, bahwa dunia bergerak sangat cepat dalam mengembangkan dan menguasai teknologi AI. Karena itu, Indonesia harus mengambil langkah serupa agar tidak hanya menjadi pengguna, melainkan juga menjadi pengembang teknologi yang beretika dan berdaulat.

Baca juga : Dubes Piero Pioppo Terharu Dengan Masyarakat Indonesia Di Misa Arwah Paus

"Negara-negara lain sudah bergerak cepat. Saatnya Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang teknologi AI yang beretika dan berdaulat," tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045, Menko PMK menegaskan, pentingnya investasi jangka panjang untuk menghasilkan smart user, smart developer, dan smart preneur AI. 

"Kita perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menguasai teknologi dan inovasi, sehingga dengan itu, kita punya kesempatan menuju kedaulatan. Kita juga harus membangun sebuah ekosistem yang didukung oleh regulasi dan strategi yang kuat menuju kedaulatan AI Indonesia" pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense