BREAKING NEWS
 

Menhan Minta Tunjangan Operasi Prajurit TNI Dan ASN Naik 75 Persen

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 30 April 2025 15:01 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (30/4/2025). (Foto: YouTune Parlemen TV)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan kenaikan tunjangan operasi hingga 75 persen bagi prajurit TNI dan ASN yang bertugas di daerah perbatasan dan pengamanan. Termasuk, pulau-pulau kecil terdepan.

"Kalau berangkat tugas, prajurit memang ada gaji. Tapi, gaji itu tinggal di rumah. Tidak dibawa. Jadi, dia tidak menggunakan gajinya untuk bertempur. Negara memberi dia tunjangan untuk bertempur. Inilah yang menjadi bagian dari kesejahteraan prajurit," beber Sjafrie dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Sjafrie pun menceritakan pengalamannya saat masih berdinas aktif. Saat itu, menurutnya, banyak prajurit ingin berdinas di daerah operasi. Karena tabungannya bertambah.

Baca juga : Tabungan Nasabah Premium BNI Naik 16 Persen Di Kuartal I-2025

"Ini mungkin juga refleksi dari perlunya kesejahteraan prajurit. Jadi, tunjangan operasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dua hal, yakni tunjangan operasi itu sendiri dan faktor-faktor yang membuat moril prajurit menjadi lebih tinggi," papar Sjafrie.

"Gajinya bisa disimpan di rumah, digunakan oleh keluarga. Sedangkan tunjangan operasinya, bisa menjadi tabungan bagi mereka setelah kembali dari daerah operasi," sambungnya.

Adsense

Atas dasar itu, Kementerian Pertahanan berupaya untuk menaikkan tunjangan operasi hingga 75 persen. "Kalau perlu, kita naikkan 100 persen," cetus Sjafrie.

Baca juga : Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas Untuk Layani Nasabah di Libur Lebaran

Menurutnya, usulan kenaikan tunjangan operasi tersebut sedang dalam tahap administrasi persetujuan Presiden. 

Tunjangan Khusus Papua

Sjafrie menjelaskan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara telah menetapkan tunjangan khusus untuk prajurit dan ASN yang bertugas di daerah Papua. Tapi sampai sekarang, kata Sjafrie, tunjangan itu tidak pernah naik.

"Sampai taruhlah 2024, tidak pernah naik, sekian puluh tahun. Inflasi naik turun naik turun. Dolar naik turun naik turun. Dia tetap saja seperti biasa. Tapi, moril prajurit tetap tinggi. Prajurit tidak mengalami penurunan moril. Inilah hebatnya Tentara Nasional Indonesia," cetus Sjafrie.

Baca juga : Libur Lebaran, Airnav Prediksi Pergerakan Pesawat Naik 4 Persen

Dengan latar belakang seperti itu, Kemenhan sebagai penanggung jawab kebijakan anggaran, berusaha menaikkan anggaran dari Rp 225.000-Rp 850.000 per bulan menjadi Rp 371.250-Rp 1.402.000 per bulan.

“Jadi, kita ingin naikkan per orang 60 persen sampai 65 persen,” tegas Sjafrie.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense