RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga pemasyarakatan (Lapas) di sejumlah lokasi Jakarta bakal disulap menjadi perumahan untuk masyarakat.
Lokasi lahan Lapas yang berada di kawasan perkotaan dan strategis nantinya bisa dipindahkan ke luar pulau, dan lahan yang ada akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah masyarakat.
Transformasi Lapas menjadi perumahan adalah salah satu ide brilian dari Presiden Prabowo Subianto.
"Saat ini banyak Lapas yang lokasinya strategis di kawasan perkotaan. Padahal, banyak warga perkotaan yang membutuhkan rumah layak sehingga potensi Lapas untuk dijadikan lokasi pembangunan rumah masyarakat sangat besar," ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat bertemu Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto guna mematangkan rencana membangun rumah di atas lahan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Baca juga : Peringatan 72 Tahun NW, Menteri Nusron Bicara Ketidakadilan Tanah Di Indonesia
Menurutnya, konsep pembangunan Lapas menjadi hunian ini adalah bagaimana warga bisa dekat dengan tempat kerja. Selain itu, Lapas yang sekarang daya tampungnya sudah melebihi kapasitas bisa dipindahkan ke lokasi lain jauh dari kawasan perkotaan.
Menteri dari Partai Gerindra ini mengatakan, pemanfaatan Lapas menjadi lokasi pembangunan rumah masyarakat merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa memiliki hunian layak di kawasan perkotaan.
Nantinya, lanjut Ara, perumahan tersebut akan dikombinasikan antara masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah supaya bisa ada subsidi silang, dan semua pihak bisa bekerja dengan cepat.
"Kami di sini melaksanakan pikiran cerdas dari Presiden Prabowo. Coba bayangkan bagaimana pikirannya ini menjawab bukan saja soal perumahan. Penjara itu rata-rata ada di kota besar dan pusat kota. Dan beberapa dibangun di jaman Belanda. Kebanyakan sudah overcrowded. Ini penyelesaian juga supaya para narapidana bisa dapat tempat yang layak, yang manusiawi. Sebaliknya lahan bekas Lapas bisa digunakan buat perumahan," katanya.
Baca juga : Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi Sudah Siap, Berikut Rinciannya
Menurutnya, PKP tidak sendirian dalam menjalankan arahan presiden untuk membangun dan merenovasi 3 juta rumah.
"Kementerian PKP mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk langsung menyiapkan tim Satgas dari lintas Kementerian yang bekerja untuk pemanfaatan lahan Lapas sebagai lokasi perumahan," terangnya.
Ara juga menyampaikan bahwa Kepala BPKP dan Kejaksaan serta BPS sudah langsung mengawal proses pembangunan sejak awal. Apalagi kami juga mengalokasikan sekitar 5.000 rumah subsidi untuk pegawai Lapas agar bisa memiliki hunian layak
"Ini kolaborasi yang luar biasa," katanya.
Baca juga : Ketemu James, Menteri Ara Mohon Doa Untuk Cari Solusi Meikarta
Butuh Lapas Baru
Sementara Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menyatakan, siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memindahkan Lapas dari kawasan perkotaan ke daerah. Apalagi kapasitas penjara saat ini melebihi kapasitas sehingga dibutuhkan Lapas baru.
"Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian PKP yang akan menyediakan kuota rumah subsidi bagi pegawai Lapas. Saat ini jumlah pegawai Lapas ada sekitar 65.000 banyak yang belum memiliki rumah sehingga rumah FLPP sangat membantu pegawainya memiliki rumah subsidi," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.