BREAKING NEWS
 

Tantangan Ketenagakerjaan Makin Berat

Pemerintah Genjot Skill Menuju Tingkat Global

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 10 Juni 2025 07:35 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.

 Sebelumnya 
Yassierli menjelaskan, platform tersebut dibangun agar semua warga Indonesia, baik di kota maupun desa, bisa mendapatkan akses layanan ketenagakerjaan secara setara.

Dia menegaskan, digitalisasi adalah kunci utama efisiensi dan transparansi layanan Pemerintah.

“Dengan satu klik, orang bisa tahu apa pelatihan yang tersedia, lowongan kerja apa yang sesuai skill-nya, bahkan akses pembiayaan usaha mikro,’’ jelasnya.

Langkah konkret lain yang disebut Yassierli adalah penyelenggaraan job fair secara rutin. Namun, kegiatan ini tidak boleh sekadar seremoni.

Baca juga : Bahlil Selalu Terbiasa Melihat Akar Masalah Dengan Cermat

Dia tidak ingin job fair cuma sekadar ajang pasang banner dan buka meja. Maka, job fair sekarang dilengkapi layanan konsultasi karier, pelatihan singkat, hingga pendampingan kewirausahaan.

Kemnaker juga memperkuat sinergi lintas sektor. Salah satunya dengan melakukan monitoring langsung ke kawasan ekonomi khusus dan industri besar.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan kementerian teknis seperti Kementerian ESDM untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja dalam sektor hilirisasi industri.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai, tantangan sektor ketenagakerjaan Indonesia semakin berat. Namun peluang di pasar tenaga kerja global terbuka.

Baca juga : Semua Truk ODOL Yang Melintas Bakal Ditindak

Menurutnya, banyak negara saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil. Indonesia bisa memanfaatkan celah tersebut dengan lebih optimal.

“Di Jepang misalnya, sebenarnya kebutuhan di sana itu banyak sekali yang berbasis skill,’’ tuturnya.

Aviliani menyebut peluang kerja di luar negeri berbasis keterampilan saat ini sangat terbuka. Sayang, banyak tenaga kerja Indonesia di sektor pertanian dan sejenisnya masih bekerja secara ilegal, seperti di Jepang.

Aviliani mendorong Pemerintah mengembangkan skema kerja sama antarnegara agar penempatan tenaga kerja menjadi legal dan berdampak pada peningkatan pendapatan.

Baca juga : PDIP Ingin Berkoalisi Dengan Partai Gerindra

Dia juga menyoroti pentingnya pengaturan ulang terkait alih pengetahuan (transfer knowledge), terutama di sektor-sektor strategis seperti pertambangan.

Dia mencontohkan, selama ini banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang masuk ke Indonesia tapi belum seluruhnya disertai proses pendampingan bagi tenaga kerja lokal menguasai teknologi dan keterampilan yang dibawa.

“Dulu ada kewajiban transfer knowledge. TKA men-tandem tenaga kerja lokal sampai bisa menggantikan. Ini perlu diatur lagi, karena kalau legal, pendapatan tenaga kita bisa jauh lebih tinggi di sini,’’ tandasnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 10 Juni 2025 dengan judul "Tantangan Ketenagakerjaan Makin Berat, Pemerintah Genjot Skill Menuju Tingkat Global"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense