RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan, total 386 WNI yang berada di Iran (mayoritas pelajar dan mahasiswa di Kota Qom) dan 194 WNI yang berada di Israel berada dalam kondisi aman. Tak seorang pun yang menjadi korban perang Iran-Israel.
Namun, sebanyak 52 WNI yang melakukan perjalanan singkat terjebak lantaran tertutupnya wilayah udara dan berhentinya penerbangan. Total 52 WNI itu terdiri dari 42 peziarah di Israel, 8 jemaah haji di Yordania, dan 2 WNI peziarah di Teheran.
"Kemlu, KBRI Teheran, KBRI Amman, dan Perwakilan Timur Tengah terus memonitor situasi di Iran dan Israel. Komunikasi dengan para WNI terus dilakukan. Hingga saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban," jelas Direktur Pelindungan WNI, Judha Nugraha dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (16/6/2025).
Baca juga : Kemlu RI: Serangan Israel Ke Iran Langgar Hukum Internasional
"WNI yang mengalami stranded karena tutupnya wilayah udara dan berhentinya penerbangan telah mendapat bantuan dari KBRI Amman dan KBRI Teheran," imbuhnya.
KBRI Teheran telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI, agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri. Serta menjaga komunikasi dan menginformasikan keadaan dan keberadaan mereka ke KBRI Teheran.
WNI yang mengalami situasi kedaruratan, diminta segera menghubungi hotline KBRI Teheran di nomor +989024668889.
Baca juga : Menag: Tak Pernah Ada Pembahasan Resmi Kuota Haji Indonesia Dikurangi 50 Persen
WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Iran dan Israel, diimbau menunda perjalanan.
Sedangkan WNI yang memiliki rencana penerbangan melalui wilayah Timur Tengah, dimohon mengantisipasi gangguan jadwal penerbangan.
Dalam situasi darurat dapat menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat atau melalui aplikasi Safe Travel Kemlu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.