BREAKING NEWS
 

Dukung NPS–Tarami, Wamenperin: Industri Mamin RI Siap Kuasai Pasar Halal Global

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 1 Juli 2025 18:01 WIB
Wamenperin Faisol Riza menerima kunjungan kerja manajemen PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) bersama mitranya dari Jepang, Tarami Corporation, produsen jeli buah nomor satu di Negeri Sakura di Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (1/7/2025). (Foto: Aditya/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri halal, khususnya di sektor makanan dan minuman (mamin), sebagai salah satu kekuatan ekspor nasional. Pemerintah pun terus mengupayakan penguatan ekosistem industri halal yang berdaya saing global melalui berbagai kerja sama strategis lintas negara.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, sektor mamin menjadi salah satu sektor prioritas dalam pengembangan industri nasional karena kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian. “Industri makanan dan minuman Indonesia berperan penting sebagai tulang punggung sektor pengolahan non-migas. Agar sektor ini bisa bersaing di pasar global, kami aktif mendorong penguatan kerja sama internasional, termasuk dalam pengembangan produk halal,” ujarnya di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Hal tersebut disampaikan Wamenperin saat menerima kunjungan kerja manajemen PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) bersama mitranya dari Jepang, Tarami Corporation, produsen jeli buah nomor satu di Negeri Sakura.

Faisol menjelaskan, pasca pandemi Covid-19, industri mamin Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang kuat. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ini tercatat tumbuh 6,04 persen pada triwulan I-2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebesar 4,31 persen dan PDB nasional sebesar 4,87 persen.

Selain itu, kontribusi industri mamin terhadap PDB industri pengolahan non-migas mencapai 41,15 persen. Di sisi ekspor, sektor ini membukukan nilai ekspor sebesar 11,78 miliar dolar AS, termasuk produk minyak kelapa sawit, atau sekitar 22,42 persen dari total nilai ekspor industri pengolahan non-migas.

Baca juga : Dukung Transisi Energi Di Indonesia, Jerman Siap Kucurkan Pinjaman Rp 3,8 T

“Ini menunjukkan bahwa sektor ini merupakan motor penggerak yang signifikan dalam menjaga ketahanan dan pertumbuhan industri nasional,” imbuhnya.

Dari sisi investasi, sektor mamin merealisasikan penanaman modal sebesar Rp 22,64 triliun pada awal tahun ini, dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 9,03 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 13,60 triliun. “Realisasi ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari investor terhadap industri mamin di Indonesia,” kata Faisol.

Lebih lanjut, Faisol menegaskan, pemerintah terus mendorong akselerasi pengembangan industri halal sebagai bagian dari peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana industri mamin menjadi salah satu dari tujuh sektor prioritas nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Faisol menyambut, kolaborasi strategis antara PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), anak usaha dari PT Niramas Utama (NU)—produsen INACO, dengan Tarami Corporation dan Kawasho Foods Corporation dari Jepang.

Adsense

Melalui kerja sama ini, NPS meluncurkan lini produksi baru bertajuk Japan Quality Line, yang menghadirkan produk jeli buah halal dalam kemasan cup, dengan standar kualitas dan keamanan tinggi setara produksi pabrik Tarami di Nagasaki.

Baca juga : Dorong Warga Mandiri, Cak Imin Usul Batasi Bansos Hanya 5 Tahun

Seluruh proses produksi di fasilitas ini telah memenuhi standar sertifikasi halal yang diakui secara internasional, menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi jeli halal pertama untuk pasar global, khususnya konsumen Muslim.

Presiden Direktur PT NPS, Adhi S. Lukman mengungkapkan, proyek ini merupakan hasil kolaborasi selama dua tahun, yang mencakup transfer teknologi, harmonisasi standar mutu dan keamanan pangan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok halal global.

“Kami telah mulai ekspor perdana ke 10 negara tujuan dengan nilai order awal sebesar 1,3 juta dolar AS. Ke depan, ekspansi akan terus dikembangkan bersama Tarami Corporation,” jelas Adhi.

Tahap awal kerja sama ini menggelontorkan investasi senilai Rp 75 miliar, dengan Rp 60 miliar dari PT NPS dan tambahan investasi awal Rp 15 miliar dari Tarami Corporation dan Kawasho Foods. Investasi ini akan terus ditingkatkan seiring berkembangnya pasar dan kebutuhan produksi. Selain itu, kerja sama ini turut melibatkan pengembangan human capital agar SDM lokal dapat memenuhi standar produksi global.

Presiden Kawasho Foods Corporation, Yukimori Nakamura menyatakan, kerja sama ini merupakan langkah besar dalam menjawab kebutuhan pasar akan produk halal berkualitas. “Kami bangga bisa memulai produksi jeli bersertifikat halal di Indonesia bersama mitra lokal yang memiliki visi dan komitmen serupa,” ujarnya.

Baca juga : Tutup Munas HKI, Menperin: Kawasan Industri Motor Penggerak Pembangunan Nasional

Sementara itu, Presiden Tarami Corporation, Yutaka Wada, menuturkan bahwa pihaknya telah meluncurkan Japan Quality Line di Indonesia sebagai upaya menghadirkan produk setara kualitas Jepang bagi pasar global. “Dengan pengawasan langsung dan dukungan teknologi dari pabrik kami di Nagasaki, kami memastikan bahwa kualitas dan keamanannya tetap terjaga tinggi,” katanya.

Ia juga menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kawasho Foods untuk memastikan semua bahan baku bersertifikat halal dan memenuhi regulasi yang berlaku di pasar ekspor.

Pemerintah Dorong Sinergi Global

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika menyampaikan, kemitraan seperti ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai model kemitraan lintas negara yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional, mendorong inovasi produk, serta memperluas pasar ekspor,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif fiskal dan non-fiskal, fasilitasi promosi, serta pendampingan teknis. “Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional, kami optimistis Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam pasar halal global,” pungkas Putu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense