Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kolaborasi Kemententian LH dan GAPKI Pastikan Sumsel Siap Hadapi Potensi Karhutla
Selasa, 27 Mei 2025 18:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki musim kemarau 2025, antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian utama pemerintah. Beberapa daerah yang menjadi potensi titik api ditinjau langsung kesiapannya oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Bersinergi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Provinsi Sumatera Selatan menjadi lokasi ketiga setelah Riau dan Kalimantan Barat yang dikunjungi langsung Menteri Hanif pada Sabtu (24/5/2025).
Hanif menilai GAPKI memiliki peran yang besar dalam memastikan para pelaku industri kelapa sawit menjalankan standar operasional yang tinggi sejalan dengan praktik-praktik berkelanjutan, serta menjadi corong dalam pengendalian karhutla.
Karena itu, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong seluruh pengusaha industri sawit di Indonesia untuk bergabung menjadi anggota GAPKI.
"Kami akan terus mendorong setiap perusahaan sawit wajib menjadi anggota GAPKI. Karena ke depan, salah satu syarat mendapatkan sertifikat PROPER adalah menjadi anggota Gapki," ucap Hanif.
Baca juga : Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Dan Bank BJB Gencar Sosialisasi MLT Rumah
Sejalan dengan Menteri Hanif, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru merasa perlu mendorong perusahaan sawit yang ada di Sumatera Selatan untuk segera bergabung dengan GAPKI. Karena dari 277 perusahaan, baru 77 yang terdaftar sebagai anggota GAPKI Sumatera Selatan.
“Saya akan ikut campur supaya perusahaan ikut masuk GAPKI,” ujar Gubernur dua periode tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Sumatera Selatan akan mulai memasuki musim kemarau sekitar bulan Juni sampai Oktober 2025.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis telah menyampaikan pemberitahuan dan meminta Pemda Sumsel untuk lebih waspada.
Ia mengatakan bahwa peningkatan suhu pada musim kemarau tahun ini sangat mungkin terjadi akibat La Nina atau kemarau basah yang dialami pada 2024 lalu.
Baca juga : Latihan Lagi, Persib Siap Hadapi Persis Solo
“Sampai saat ini hanya ada lima titik api) dengan luas sekitar lima hektar di Sumatera terangnya," ucap Hanif dalam keterangan diterima Selasa (27/5/2025).
Menurutnya, kondisi ini menempatkan Sumsel sebagai Provinsi nomor dua terbawah dengan potensi karhutla sampai dengan saat ini.
Untuk itu, Gubernur Sumsel dengan tegas menghimbau kepada seluruh jajaran, perusahaan dan masyarakat Sumatera Selatan untuk terus bekerja keras, membangun sinergi dalam melakukan upaya preventif dan mitigasi potensi karhutla.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II GAPKI Susanto menyatakan komitmen dan kesiapan seluruh perusahaan anggota GAPKI dalam menghadapi musim kemarau 2025.
Dikatakan Susanto, perusahaan sawit dibawah komando GAPKI telah melaksanakan mitigasi dan menyiapkan langkah konkret dalam menghadapi potensi karhutla, termasuk di wilayah Sumatera Selatan yang menjadi salah satu area rawan.
Baca juga : Kapolri Tinjau SPPG Polda Sulsel, Pastikan Kesiapan Dukung Program MBG
Menurutnya, sebanyak 752 perusahaan yang menjadi anggota GAPKI wajib mematuhi regulasi yang berlaku, serta memastikan seluruh sumber daya, personil dan peralatan agar selalu dalam kondisi siap.
Tidak hanya itu, GAPKI juga aktif merangkul multi stakeholders berbasis landscape, dengan melibatkan perusahaan sawit, lembaga pemerintah dan badan yang terkait serta melibatkan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Selain sosialisasi, perusahaan anggota GAPKI juga melakukan standardisasi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi.
Susanto mengatakan, pencegahan Karhutla lainnya yakni dengan melakukan modifikasi cuaca serta memetakan area rawan titik api dan memastikan ketersediaan sumber air di area tersebut.
“GAPKI berkomitmen penuh dan patuh terhadap prinsip keberlanjutan, khususnya perlindungan sosial dan lingkungan di sekitar area operasional," pungkas Susanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya