RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan Yayasan Garuda Di Lautku Inisiatif.
Kerja sama mencakup Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sektor Kemaritiman.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Garuda Di lautku Inisiatif, Hengki Hamino, dengan Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Ratih Damayanti.
Penandatanganan MoU berlangsung di Gedung BJ Habibie, Jakarta, belum lama ini.
Dalam sambutannya, Plt. Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menyambut baik kegiatan kerja sama ini.
Baca juga : Tugure Raih Dua Penghargaan Bergengsi Di Industri Perasuransian
Langkah ini disebutnya merupakan bukti keterbukaan BRIN untuk melibatkan masyarakat dalam penyusunan naskah rekomendasi kebijakan pembangunan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah sinergi dan kolaborasi kelembagaan yang bersifat positif, konstruktif dan produktif dalam membangun ide, kajian strategis, serta pengembangan jejaring.
Selain itu, untuk percepatan pembangunan kemaritiman berbasis komunitas pesisir yang tangguh terhadap ancaman lingkungan dan berdaya guna dalam upaya pencapaian kekuatan ekonomi nasional yang mandiri.
Ruang lingkup kerja sama meliputi kolaborasi pemanfaatan sumber daya dan kepakaran, pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pertemuan ilmiah, diseminasi dan publikasi naskah, ilmiah bereputasi nasional dan internasional.
Juga, penyiapan dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan teknologi di sektor kemaritiman.
Baca juga : Australia Bidik Kerja Sama Pengembangan Infrastruktur Digital Di BatamĀ
Turut hadir dalam acara tersebut, Pendiri Yayasan Garuda Di lautku Inisiatif, Hanarko Djodi Pamungkas bersama jajaran.
Pada kesempatan itu, Hanarko menyampaikan, penandatanganan perjanjian kerja sama ini sejalan dengan visi yayasan.
Yaitu, sebagai pusat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian, pemanfaatan sumber daya pesisir, laut dan samudera, untuk pembangunan secara berkelanjutan dengan berperan aktif dalam menghasilkan pengetahuan, solusi inovatif, serta kebijakan berbasis ilmiah di Indonesia.
Hal ini menjadi bukti komitmen dalam menjalankan misi yayasan, yaitu mendukung percepatan pemantapan sistem pertahanan keamanan negara.
Juga, mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru yang berkeadilan, tanpa harus menggadaikan kedaulatan bangsa.
Baca juga : Teken Kerja Sama Dagang, Amerika-China Sudah Akur
Kegiatan pertemuan ilmiah pertama akan dilaksanakan pada hari Rabu (16/7/2025), di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Gedung B.J. Habibie, lantai 3, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat, dengan metode Hybrid.
Fokus kajian adalah tentang “Peran Ekonomi Biru dalam Mendukung Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Sumber Daya Laut dan Pesisir secara Berkelanjutan”.
Diskusi akan akan melibatkan para pakar dari unsur pemerintah, civitas academica dan peneliti. Selain itu, hadir juga pelaku bisnis sektor pangan, komunitas penggiat lingkungan hidup, hingga perwakilan media.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.