Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China yang sebelumnya memanas karena perang tarif, kini mulai membaik. Buktinya, kedua negara adidaya itu, sudah menyepakati kerja sama perdagangan baru.
Kesepakatan itu, diumumkan oleh salah seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis (26/6/2025) seperti dikutip dari Reuters. Kesepakatan ini, merupakan tindak lanjut dari pertemuan dagang AS-China yang digelar Mei lalu di Jenewa.
Dalam pertemuan itu, Beijing berkomitmen untuk mencabut tindakan balasan non-tarif impor terhadap AS yang diberlakukan sejak 2 April. Namun, rincian terkait mekanisme pencabutan tersebut masih belum sepenuhnya jelas.
Tak cuma itu, pejabat Gedung Putih juga mengatakan, AS dan China telah sepakat atas kerangka implementasi kesepakatan Jenewa, yang mencakup pengaturan baru untuk mempercepat ekspor tanah jarang ke AS. Kesepahaman ini dikonfirmasi telah berlaku sejak awal minggu ini.
Senada dikatakan Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick. Dia menegaskan, China akan kembali mengekspor tanah jarang ke AS. Sebagai imbalannya, Negeri Paman Sam akan mencabut sejumlah tindakan balasan yang selama ini diberlakukan.
Baca juga : OTT Di Mandailing Natal, KPK Amankan Uang Rp 231 Juta
"Mereka akan mengirimkan tanah jarang kepada kami," kata Lutnick.
Sementara itu, Kementerian Perdagangan China mengungkapkan, kedua negara telah menyepakati rincian teknis terkait pelaksanaan kesepakatan pembicaraan dagang Jenewa pada Jumat (27/6/2025). Meski demikian, pernyataan resmi China tidak secara spesifik menyebutkan soal tanah jarang.
Pada awal Juni, Reuters menyebutkan, China telah menerbitkan lisensi ekspor sementara untuk pasokan tanah jarang kepada tiga produsen otomotif utama AS. Hal ini menyusul terganggunya rantai pasok akibat kebijakan pembatasan sebelumnya. Kesepakatan ini menandai potensi kemajuan dalam hubungan dagang kedua negara.
Diketahui, China selama ini memberlakukan pembatasan ketat terhadap ekspor tanah jarang, terutama dalam konteks penggunaannya untuk keperluan militer asing.
Sebelumnya, AS dan China saling gigit soal perang tarif impor. Kedua negara tidak ada yang mau mengalah. AS dan China terus saling serang dengan kebijakan bea masuk yang agresif.
Baca juga : Perkuat Ekonomi Nasional, Serap 2 Juta Tenaga Kerja
Seperti telah diperkirakan, China menolak tunduk pada tekanan tarif dari Presiden AS Donald Trump. Ketika Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 34 persen, Beijing segera membalas dengan besaran yang sama. Ketegangan meningkat drastis ketika Trump mengultimatum China untuk mencabut tarif tersebut sebelum tenggat 8 April 2025, yang akhirnya diabaikan oleh pihak Beijing.
Sebagai respons, Gedung Putih menaikkan kembali tarif impor untuk produk China sebesar 50 persen, menjadikan total bea masuk bengkak di angka 104 persen. Kenaikan ini merupakan akumulasi dari tarif 20 persen yang mulai berlaku sejak Maret, ditambah 34 persen pada awal April, dan tarif terbaru sebesar 50 persen.
China pun tak tinggal diam. Hanya berselang sehari, Presiden China Xi Jinping merespons dengan kebijakan tarif balasan yang sama besarnya 50 persen. Sehingga total tarif untuk produk asal AS menjadi 84 persen dan langsung diberlakukan mulai Kamis (10/4/2025).
Dari awal, China sudah menegaskan sikapnya yang tidak akan mundur. Kementerian Perdagangan China bahkan secara tegas menyatakan tekanan dan ancaman bukan cara yang tepat untuk menghadapi mereka.
“China akan berjuang sampai akhir jika AS bersikeras terus berada di jalur yang salah,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Xinhua, Rabu (9/4/2025).
Baca juga : Commuter Line Basoetta Percepat Waktu Tempuh
Kementerian Keuangan China juga menuding langkah Trump sebagai kesalahan fatal yang melanggar hak dan kepentingan sah China. “Tindakan tersebut menambah penghinaan atas luka yang sudah ada,” tegas Kemenkeu China, dikutip Politico.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya