BREAKING NEWS
 

Tutup Rangkaian HUT Dekranas Di Kaltim

Mendagri Harap Kerajinan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 12 Juli 2025 08:07 WIB
Mendagri Tito Karnavian (empat dari kiri) menutup perayaan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (11/7/2025). (Foto: Humas Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menutup perayaan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (11/7/2025). Dalam sambutannya, Tito berharap sektor kerajinan bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah, bukan sekadar ajang pameran semata.

Tito menegaskan, kerajinan adalah bagian penting dari sektor UMKM yang terbukti menjadi penopang utama ekonomi daerah. Ia mengingatkan potensi kerajinan Indonesia sangat besar, bukan hanya untuk pasar lokal tetapi juga untuk ekspor.

“Pasarnya luar biasa besar. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kerajinan tangan yang sangat beragam. Potensinya sangat besar untuk menembus pasar dunia,” ujar Tito.

Namun, Tito menilai sebagian besar pelaku usaha masih terpaku pada pasar lokal. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan pengurus Dekranas lebih serius membangkitkan sektor kerajinan sebagai penggerak ekonomi riil yang menyerap banyak tenaga kerja.

Baca juga : Wamendagri Genjot Perajin Mikro Tembus Pasar Global

“Jangan anggap remeh sektor ini. Dari APBD, UMKM termasuk kerajinan itu penyumbang terbesar. Ini sektor strategis yang menopang ekonomi daerah,” tegas mantan Kapolri itu.

Tito juga mengingatkan agar pengembangan UMKM tak hanya bersifat seremonial. Menurutnya, perlu dukungan konkret dari pemerintah pusat dan daerah, seperti akses modal, pelatihan, hingga insentif usaha.

“Kalau mau menghidupkan UMKM, perlu dukungan nyata. Bukan hanya seremonial, tapi ada modal, pelatihan, dan insentif supaya mereka bisa bangkit,” katanya

Adsense

Dalam acara itu, Tito juga memuji sukses perayaan HUT ke-45 Dekranas yang dinilai membawa manfaat langsung bagi ekonomi lokal. Kegiatan ini, katanya, bukan hanya meramaikan kota tetapi juga memperkenalkan Balikpapan ke daerah lain dan membuka peluang usaha baru. “Bahkan para tamu bisa mengenal lebih dekat kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN),” tambah Tito.

Baca juga : Selain Soal Ormas, Kemendagri Soroti Masalah Sampah Yang Bebani Daerah

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga menyinggung pentingnya pertumbuhan ekonomi sebagai indikator keberhasilan kebijakan. Dia mencontohkan, bila pertumbuhan ekonomi daerah mampu melampaui angka 3 persen, maka kemiskinan dan stunting akan berkurang, serta lapangan kerja meningkat.

Tito memuji pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang mencapai 4,08 persen pada triwulan I 2025. Dia mendorong agar angka itu bisa ditingkatkan menjadi 6 hingga 7 persen agar masyarakat merasakan langsung dampaknya. “Kalau bisa pertumbuhannya di atas rata-rata nasional, itu akan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian dalam kesempatan yang sama mengapresiasi antusiasme masyarakat selama rangkaian acara. Ia menyebut nilai transaksi dalam pameran mencapai Rp1,5 miliar. Kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi dinilainya menjadi kunci sukses gelaran ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini sering-sering dilakukan dalam mendukung kemajuan UMKM,” katanya.

Baca juga : Teluk Bintuni Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming mendorong para perajin untuk memanfaatkan media sosial dalam memasarkan produk. Ia menilai, pembinaan digital sangat penting terutama bagi perajin di wilayah terpencil. “Kita sudah masuk era digital, maka perajin harus siap memasarkan produknya di dua dunia sekaligus: offline dan online,” ujar istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini.

Dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari, lebih dari 3.700 peserta hadir, termasuk dari 37 provinsi dan kabupaten/kota. Para peserta memamerkan aneka produk seperti batik, tenun, anyaman, hingga kerajinan daur ulang. Kreativitas dan inovasi menjadi sorotan utama. “Acara ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran antardaerah. Banyak perajin bisa berbagi pengalaman dan memperluas jaringan usaha,” terang Selvi.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat ekonomi lokal yang berakar pada budaya. Ia menegaskan, industri kriya mampu mengangkat kearifan lokal sekaligus memperkuat ekonomi kreatif. “Selama kegiatan, kita membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan, perajin, dan pelaku UMKM. Ini memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Rudy menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjadikan seluruh kabupaten/kota di wilayahnya sebagai mitra aktif pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Rudy berharap, semangat kolaborasi yang terbangun di kegiatan ini dapat berlanjut dan memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai penyangga IKN. “Semoga Dekranas terus menjadi wadah kokoh bagi kemajuan kriya Indonesia dan penguatan jati diri bangsa melalui karya,” tandas Rudy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense