BREAKING NEWS
 

Menteri Dody Turun Gunung, Irigasi Pengga Digarap

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Selasa, 15 Juli 2025 23:22 WIB
Perbaikan jaringan irigasi Pengga di Lombok Tengah

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menekankan, pentingnya optimalisasi saluran irigasi secara berkelanjutan demi distribusi air yang lebih efisien dan merata. 

“Kalau mau hasil panen maksimal, airnya harus maksimal,” tegas Dody saat menerima audiensi petani penerima manfaat Daerah Irigasi (DI) Pengga di Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (15/7/2025).. 

Menteri dari Partai Demokrat ini ogah sistem irigasi dibiarkan asal-asalan. Dia menyebutkan, rehabilitasi jaringan irigasi Pengga penting dilakukan untuk intensifikasi pertanian. 
“Rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bagian dari transformasi sistem irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Kita tidak sekadar memperbaiki, tetapi juga memperkuat sistem distribusi air agar lebih efisien dan merata,” ujarnya.

Baca juga : Wakil Dubes Australia Kunjungi Provinsi Papua Dan Papua Selatan

Di Pengga memiliki luas layanan baku mencapai 3.589 hektare dengan luas fungsional 3.050 hektare, yang sangat strategis dalam mendukung program prioritas nasional swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Rehabilitasi ini juga merupakan upaya peremajaan jaringan irigasi yang telah beroperasi sejak tahun 1995.

Adsense

Menteri Dody menyatakan, kesiapannya membantu petani melalui rehabilitasi jaringan irigasi Pengga, termasuk memfasilitasi usulan petani seperti perbaikan talud, embung, jalan irigasi, dan gorong-gorong untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) serta produksi pertanian hingga tiga kali panen per tahun dengan pola tanam padi-padi-palawija. 

“Tugas kita adalah membuat petani semakin sejahtera, sebagaimana visi dan misi Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan petani,” tambah Dody.

Baca juga : Mentan Temukan 5 Jenis Pupuk Palsu, Rugikan Petani Hingga Rp3,2 T

Jaringan irigasi Pengga mengalirkan debit air sebesar 4,38 m³/detik dan dikelola oleh 30 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang mencakup 3.332 petani. Indeks pertanaman awal sebesar 300% dengan pola tanam padi sepanjang tahun.

Rehabilitasi DI Pengga dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1 Mataram selama 260 hari kalender, dimulai 16 April dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025. Pekerjaan konstruksi dilakukan oleh kontraktor PT Rafa Unggul Sejahtera Langgeng dengan nilai kontrak Rp42,2 miliar. Saat ini, progres fisik telah mencapai 7,20%, sedangkan progres keuangan sebesar 20%.

Rehabilitasi DI Pengga mencakup dua kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni Kabupaten Lombok Tengah (saluran primer sepanjang 4,6 km di Kecamatan Praya Barat Daya) serta Kabupaten Lombok Barat (saluran sekunder sepanjang 3,2 km di Kecamatan Kuripan dan Gerung). 
Kegiatan rehabilitasi meliputi perbaikan saluran dengan beton pracetak, rehabilitasi satu bangunan bagi di saluran primer, empat bangunan di saluran sekunder, dan penggantian sepuluh pintu air.

Baca juga : Cari KMP Tunu, Kapal Sonar Dan Penyelam Dikerahkan

Dengan rehabilitasi jaringan irigasi Pengga diharapkan Indeks Pertanaman sebesar 300% dapat dipertahankan dengan pola tanam 100% padi, 100% padi, serta kombinasi 25% padi–75% palawija, sehingga meningkatkan produksi padi sebesar 4 hingga 6 ton per hektare.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense