Dark/Light Mode

Mentan Temukan 5 Jenis Pupuk Palsu, Rugikan Petani Hingga Rp3,2 T

Sabtu, 12 Juli 2025 17:37 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: IG/@a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: IG/@a.amran_sulaiman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan lima jenis pupuk palsu yang beredar di pasaran. Praktik nakal ini diperkirakan membuat petani buntung hingga Rp3,2 triliun secara nasional.

Amran menegaskan pupuk palsu sangat merugikan petani, apalagi banyak yang membelinya dengan dana pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jika gagal panen, mereka terancam bangkrut akibat ulah para pelaku kejahatan ini. "Bayangkan, baru lima jenis pupuk palsu saja potensi kerugiannya sudah Rp3,2 triliun. Ini pinjaman KUR, petani bisa langsung bangkrut," kata Mentan di Makassar, seperti dikutip Antara, Sabtu (12/7/2025).

Baca juga : Tren Positif: Produk Tembakau Bebas Asap Turunkan Perokok Jepang Hingga 50 Persen

Meskipun belum merinci lokasi dan jenis pupuk palsu yang ditemukan, Mentan menegaskan akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku tanpa toleransi.

Ia menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang tega menipu petani dengan menjual pupuk palsu. Menurutnya, tindakan itu tidak etis dan harus segera dibersihkan dari sektor pertanian.

Baca juga : Mendag Terbitkan 9 Permendag Impor Baru, Atur Soal Tekstil Hingga Limbah

Amran menegaskan, selama memimpin Kementerian Pertanian, fokus utamanya adalah memajukan sektor pertanian agar petani semakin sejahtera dan tidak terus-menerus menjadi korban pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Ini harus kita bereskan. Selama kami di pertanian, kami fokus, kami betul-betul ingin pertanian Indonesia berjaya," tegas Mentan.

Baca juga : Himbara Suntik Modal KDKMP Hingga Rp 3 M

Ia juga menegaskan komitmennya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperkuat ketahanan pangan nasional melalui swasembada.

"Kami ingin Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.