Dark/Light Mode

Denny JA Luncurkan Lukisan Imajinasi Nusantara

Rabu, 2 Juli 2025 11:17 WIB
Lukisan Denny JA. (Foto: Ist)
Lukisan Denny JA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh publik, budayawan, sekaligus pelukis Denny JA secara resmi memperkenalkan genre baru dalam seni rupa Indonesia bertajuk Lukisan Imajinasi Nusantara. Peluncuran ini menandai babak baru dalam ranah ekspresi visual, yang berakar dari budaya lokal namun merespons tantangan zaman digital.

Genre ini merupakan buah perenungan panjang Denny JA setelah kunjungannya ke sejumlah museum besar di Wina, Austria, pada musim gugur 2024. Di antara sunyi dinding Albertina dan Belvedere serta gema karya para maestro seperti Picasso, Van Gogh, hingga Salvador Dalí, Denny JA mengaku menemukan panggilan estetikanya sendiri.

“Ini bukan turunan dari Barat. Genre ini lahir dari langit tropis, aroma tanah basah, dan batin Indonesia yang bergulat dengan era algoritma,” ujar Denny JA dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Baca juga : Pelindo Luncurkan Ponton Bali Benoa Marina

Sebagai pelukis dengan lebih dari 600 karya yang tersebar di delapan galeri hotel, Denny JA merumuskan Imajinasi Nusantara ke dalam tiga unsur utama. Pertama, Batik sebagai pusat narasi visual, bukan sekadar ornamen. Kedua, Tubuh manusia digambarkan secara realistis sebagai wadah jiwa. Ketiga, Latar surealis yang mencerminkan batin zaman yang retak, sebagai metafora sosial dan spiritual.

Gagasan ini telah melahirkan 72 karya perdana yang dapat diakses publik secara bebas melalui buku digital berjudul Einstein Memakai Batik dan Kisah Salvador Dalí. Lukisan-lukisan ini mengeksplorasi tema besar: zaman handphone, dengan kritik puitik terhadap dampaknya terhadap spiritualitas, kebersamaan, dan dimensi ruang-waktu.

Beberapa lukisan menggambarkan: Seorang ayah yang pulang, namun jiwanya tertinggal dalam notifikasi; Makan malam sunyi dalam cahaya layar; Guru mengajar tembok, sementara murid memandang HP, dan Makam tanpa doa, hanya tersisa QR Code dan sinyal.

Baca juga : Make Over Luncurkan Mastershade, Bantu Temukan Shade Sesuai Karakter

Selain itu, genre ini juga menyinggung luka-luka global seperti pandemi, krisis ekonomi, bencana alam, hingga konflik geopolitik. Uniknya, tokoh-tokoh ikonik dunia seperti Albert Einstein, Putri Diana, hingga Marilyn Monroe ditampilkan mengenakan batik, sebagai simbol bahwa sejarah kini berpijak di tanah Nusantara.

“Setiap sapuan warna adalah pelukan spiritual kepada dunia,” kata Denny JA. “Ia lahir dari tradisi, tapi hidup di antara cahaya piksel. Ia tangisan lembut sekaligus perlawanan estetika.”

Dalam proses kreatifnya, Denny JA juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai mitra penciptaan, menghadirkan simbiosis antara seni, teknologi, dan tradisi. Peluncuran genre Lukisan Imajinasi Nusantara ini memperkaya khazanah seni rupa Indonesia, sekaligus membuka ruang baru bagi seniman untuk menjelajahi jati diri visual di tengah dunia yang kian terdigitalisasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.