RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia menyatakan kesiapannya berkontribusi dalam memperkuat gerakan global persaudaraan manusia.
Nilai-Nilai kebhinekaan yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia menjadi fondasi kuat bagi terciptanya solidaritas kemanusiaan yang lebih luas di tingkat global.
“Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi realitas yang kami hidupi sehari-hari. Ini hadiah dari Indonesia untuk dunia,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/7/2025).
Menurut mantan Menteri Sekretaris Negara itu, nilai-nilai persaudaraan manusia di Indonesia tumbuh dari akar keseharian. Mulai dari kehidupan di desa hingga kota, serta dari lembaga pendidikan hingga organisasi masyarakat.
Baca juga : Bertemu Di Istana, Presiden PKS Dan Prabowo Bicara Demokrasi 2,5 Jam
Keragaman yang dimiliki bangsa ini bukan menjadi alasan perpecahan, justru menjadi sumber kekuatan untuk bersatu.
Dia menegaskan, persaudaraan tidak cukup hanya diatur dalam hukum atau sekadar dikampanyekan.
“Persaudaraan harus tumbuh dari akar rumput, diperkuat dengan tindakan nyata dan dibangun melalui kolaborasi lintas pihak. Mulai dari organisasi masyarakat, institusi pendidikan, perempuan, pemuda, pelaku usaha, hingga pemerintah pusat dan daerah,” jelas Pratikno.
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga menyoroti sejumlah tantangan global yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan, seperti konflik bersenjata, ekstremisme, perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, hingga maraknya disinformasi.
Baca juga : Gelar LKP Di Makassar, PKB Sulsel Targetkan Cetak 28 Ribu Kader
Menurutnya, semua persoalan tersebut membutuhkan solidaritas global berbasis semangat persaudaraan manusia.
“Dalam situasi seperti ini, persaudaraan manusia bukan sekadar idealisme, tetapi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Alumni Birmingham University, Britania Raya itu mengatakan, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat berkontribusi dalam mewujudkan dunia yang damai dan inklusif. Dengan warisan keberagaman dan pengalaman hidup berdampingan secara damai, Indonesia layak disebut sebagai laboratorium perdamaian.
“Kami menawarkan pengalaman sebagai laboratorium persatuan dalam keberagaman. Kami membuka pintu untuk dialog, kerja sama dan pembelajaran bersama,” katanya.
Baca juga : Koordinasi Dengan Interpol Polri, Kejagung Buru Eks Stafsus Nadiem
Dia juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang toleran. Sekolah perlu menjadi bengkel persaudaraan yang menanamkan nilai saling menghormati sejak dini.
Dalam konteks kemajuan teknologi dan disrupsi digital, Pratikno mengingatkan agar inovasi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak memperlebar kesenjangan sosial, tetapi menjadi jembatan kemanusiaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.