RM.id Rakyat Merdeka - Ratusan pemuda pencinta alam mengikuti kegiatan Zero Waste Adventure Camp (ZWAC) pada 1-3 Agustus 2025, di kawasan Gunung Slamet, Tegal, Jawa Tengah.
Selama tiga hari, mereka berkemah sambil belajar praktik pendakian bebas sampah. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menjadi penyelenggara kegiatan ini.
KLH melibatkan sebanyak 150 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah hingga komunitas pencinta alam.
Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) KLH, Ade Palguna Ruteka mengatakan, kegiatan ini relevan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yaitu "Hentikan Polusi Plastik".
Tema tersebut menjadi bagian dari kampanye lingkungan global. Kegiatan yang berlangsung di Gunung Slamet ini juga mengingatkan sebuah lokasi yang 11 tahun silam pernah dalam kondisi darurat sampah.
Baca juga : Mendikdasmen Terima Gelar Tokoh Pendidikan Nasional dari FFIPI di UNM
"Ini menjadi cermin bahwa aktivitas alam bebas kerap meninggalkan jejak destruktif. Namun, hari ini, kita membuktikan bahwa Zero Waste Adventure is Possible," kata Ade dalam Pembukaan ZWAC 2025, Jumat (1/8/2024).
Menurut dia, perkemahan ini memberi kesempatan untuk belajar para peserta untuk membangun kesadaran dalam menekan timbulan sampah. Khususnya, di kawasan pegunungan dan destinasi alam lainnya.
"Kita akan mempraktikkan prinsip zero waste sebagai gaya hidup generasi baru. Sekaligus menciptakan duta-duta lingkungan yang akan bertugas menyebarluaskan semangat Beat Plastic Pollution ke seluruh penjuru negeri," tutur Ade.
Selama tiga hari berkemah, peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik tentang teknik pengemasan (packing) minim sampah, manajemen sampah material. Serta, penerapan etika pendakian yang berkelanjutan.
ZWAC 2025 bukanlah kegiatan pertama. Sebelumnya, acara serupa pernah berlangsung di Kawasan Gunung Merbabu, Jawa Tengah, dengan penerapan prinsip zero waste.
Baca juga : Pedagang Minta Relokasi Ditunda Setelah Idul Fitri
Seluruh kebutuhan logistik dan konsumsi dalam kegiatan ini dipersiapkan secara ramah lingkungan.
Misalnya, penyediaan makanan tanpa kemasan plastik, refill station, dan snack tanpa wadah sekali pakai. Dekorasi acara yang juga dari bahan yang bisa didaur ulang. Hasilnya, volume sampah yang dihasilkan dan dibuang ke TPA dapat ditekan.
Gerakan Zero Waste Adventure merupakan gagasan Siska Nirmala sejak tahun 2012. Ia mempopulerkan gaya hidup nol sampah melalui pendekatan yang menyenangkan, terutama lewat aktivitas petualangan seperti pendakian gunung.
"Teman-teman harus percaya bahwa movement sedikit apa pun, sekecil apa pun, sebenarnya bisa berdampak besar kalau teman-teman melakukannya secara konsisten, terutama di dunia pendakian," ujarnya.
Siska menambahkan, saat ini beberapa gunung di Indonesia mulai menerapkan aturan yang ketat terkait pengelolaan sampah.
Baca juga : Kejagung Pelajari Pemberian Abolisi untuk Tom Lembong
Contohnya adalah Gunung Merbabu, Gunung Kembang, dan Gunung Rinjani, yang sudah lebih siap mengadopsi sistem pendakian berbasis zero waste.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menyebut kegiatan ZWAC 2025 ini juga merupakan sebuah kehormatan baginya.
"Kami benar-benar bersyukur acara dari kementerian bisa ditempatkan di Permadi, salah satu objek wisata kebanggaan Kabupaten Tegal," ucapnya.
Kegiatan ZWAC 2025 juga melibatkan para kreator konten pendakian yang turut meramaikan kampanye lingkungan melalui media sosial.
Mereka melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet sambil mengampanyekan konsep zero waste sepanjang perjalanan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.