RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong seluruh instansi pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna mengantisipasi ancaman siber yang kian kompleks.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Eko D Indarto menegaskan, penguatan kapasitas SDM sudah menjadi keharusan di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Selain untuk meningkatkan mutu layanan, langkah ini dinilai penting untuk menangkal serangan siber.
Baca juga : Prof Burhan Berikan Tiga Jurus Ke NasDem
“Di tengah akselerasi transformasi digital di berbagai aspek kehidupan—mulai dari pemerintahan, keuangan, pendidikan, hingga pelayanan publik—kita juga dihadapkan pada peningkatan eskalasi dan kompleksitas ancaman siber,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/8/2025).
Menurut Eko, serangan siber kini tidak hanya bertujuan merusak infrastruktur teknologi, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Ancaman nyata juga menyasar privasi warga, kedaulatan data, dan keamanan nasional. Oleh karena itu, investasi pada SDM yang unggul dan adaptif menjadi keniscayaan.
Baca juga : PPP Kalsel NyatakanTak Ada Perpecahan
Diungkapkan, sejumlah data menunjukkan adanya peningkatan insiden ransomware, kebocoran data sensitif, serta eksploitasi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) oleh pelaku siber. “Semua ini mempertegas perlunya SDM keamanan siber yang tidak hanya andal, tetapi juga tangguh, adaptif, dan berdaya saing global,” papar Eko.
Kemenko Polkam, lanjut Eko, memegang peran sebagai koordinator lintas sektor untuk memastikan ekosistem kebijakan, program, dan sinergi antar-kementerian/lembaga mendukung percepatan penyiapan SDM digital nasional, termasuk di bidang keamanan siber.
Baca juga : Bupati Koltim Jadi Tersangka Suap Di Pembangunan RSUD
Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mewujudkan manusia digital Indonesia yang unggul, melalui berbagai program prioritas, mulai dari keamanan data kesehatan pada layanan Cek Kesehatan Gratis, sistem digital koperasi pada Koperasi Merah Putih, hingga perlindungan data sosial dalam program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, Deputi III Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Sulistyo, menambahkan, ancaman siber di Indonesia harus menjadi perhatian banyak pihak. Salah satu yang perlu diperkuat adalah pemahaman SDM terhadap ancaman tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.