BREAKING NEWS
 

Investasi Tembus Rp 90,12 Triliun

Produk Ekraf Meluas Di Pasar Asia Dan Eropa

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 7 September 2025 07:00 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya.

RM.id  Rakyat Merdeka - Investasi sektor ekonomi kreatif (ekraf) melonjak tajam. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mencatat, nilainya sudah tembus Rp 90,12 triliun hingga semester I-2025 dibanding awal program.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai, lonjakan ini mencerminkan kepercayaan besar dari investor. Menurutnya, penerimaan produk kreatif Indonesia juga makin meluas di pasar global. Dari Asia hingga Eropa.

“Tren positif ini harus dijaga dengan kebijakan yang konsisten,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (6/9/2025).

Riefky mengatakan, capaian ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekraf nasional. Menukil data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing terbesar datang dari Singapura sebesar Rp 18,65 triliun. Sementara dari dalam negeri, DKI Jakarta masih mendominasi, naik dari Rp 18,14 triliun pada 2024 menjadi Rp 25,97 triliun di tahun ini.

Baca juga : Mentrans: Kami Seleksi

“Investasi ekonomi kreatif sudah mencapai Rp 90,12 triliun hingga pertengahan 2025. Nilai ini sudah melampaui capaian tahun lalu,” beber Riefky.

Mantan anggota DPR ini menambahkan, target jangka menengah investasi bisa menembus Rp 183 triliun pada 2029.

Selain investasi, ekspor juga tumbuh pesat. Data Bea Cukai yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan, nilai ekspor mencapai 25,1 miliar dolar AS pada 2024. Hingga semester I-2025, angkanya sudah 13 miliar dolar AS. Proyeksinya terus meningkat hingga 33 miliar dolar AS pada 2029.

Subsektor fashion mencatat kontribusi terbesar, dengan 7,09 miliar dolar AS. Kriya menempel dengan 5,01 miliar dolar AS, lalu kuliner menyumbang 767 juta dolar AS. Diversifikasi pasar pun berkembang. Produk kreatif Indonesia kini menembus Swiss, Jepang, hingga Uni Emirat Arab.

Baca juga : Musda Beringin Berlangsung Sejuk

“Pertumbuhan pengiriman ke negara-negara itu berkisar antara 5 hingga 19 persen,” katanya.

Dia menyebut, saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif sudah tumbuh 5,69 persen pada 2024 dan ditargetkan mencapai 6,12 persen pada 2029. Dari sisi tenaga kerja, sektor ini sudah menyerap 26,5 juta orang tahun lalu, dan diperkirakan meningkat menjadi 27,7 juta orang pada 2029.

Politisi Partai Demokrat ini juga menegaskan peran tujuh subsektor prioritas. Di antaranya kuliner, kriya, fesyen, gim, aplikasi, film, animasi dan video, serta musik.

Menurutnya, subsektor itu bukan hanya mencetak nilai tambah ekonomi. Identitas budaya lokal juga ikut diperkuat, sehingga menjadi daya tarik investasi dan pariwisata.

Baca juga : Formappi: Penghasilan DPR Rp 65,5 Juta Masih Kegedean

“Ekonomi kreatif bisa menyerap tambahan 400 ribu hingga 1 juta tenaga kerja baru sampai Agustus 2025,” ucapnya.

Dia menilai, dukungan regulasi dan alokasi anggaran dari pemerintah daerah akan mempercepat penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Kontribusi sektor ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen,” tambahnya.

Adsense

Untuk memperluas ekspor, kementerian meluncurkan Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia atau ASIK. Program ini dirancang mendorong lebih banyak pelaku industri kreatif masuk ke pasar global.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense