Sebelumnya
“Sebagian produk kreatif kita sudah masuk pasar global, tapi dukungan tetap harus dijaga, apalagi dengan tantangan perang tarif,” katanya.
Program ASIK mencakup kurasi, pelatihan, sertifikasi, business matching, dan pameran internasional.
Lokasi pelatihan tersebar di Jakarta, Bali dan Yogyakarta untuk subsektor fashion, kriya, dan kuliner. Kemenekraf menegaskan, program ASIK berjalan dengan dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Riefky kembali menegaskan, capaian saat ini bukti daya saing kreatif Indonesia makin diterima dunia.
Baca juga : Mentrans: Kami Seleksi
Untuk memperkuat tren itu, Kemenekraf mengusulkan inisiatif anggaran baru Rp 2,24 triliun. Dana ini diarahkan ke program desa kreatif, industri kriya, kuliner, festival lokal, serta kegiatan inklusif.
“Kami ingin pelayanan publik dan program ekonomi kreatif berjalan optimal agar benar-benar jadi mesin pertumbuhan baru,” ujarnya.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan dukungan kementeriannya untuk program tersebut. “Kesuksesan ekonomi kreatif juga berarti kesuksesan bagi kami,” katanya.
Dukungan serupa datang dari Wakil Ketua I Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia Hatman. Menurutnya, 70 persen anggotanya menjual produk fashion. Sisanya kriya dan kuliner.
Baca juga : Musda Beringin Berlangsung Sejuk
“Kami ingin Kementerian Ekonomi Kreatif bisa lebih mendukung terus kami,” harapnya.
Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini mengingatkan agar anggaran Kemenekraf hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat. Jadi, tidak sekadar angka di atas kertas.
Dia menilai, masih ada pusat layanan UMKM di daerah yang hanya jadi bangunan kosong. Menurutnya, e-commerce juga perlu pengawasan ketat.
“Potongan e-commerce bisa sampai 15 persen, padahal aturan batasnya hanya 8 persen. Ini merugikan UMKM,” ujarnya.
Baca juga : Formappi: Penghasilan DPR Rp 65,5 Juta Masih Kegedean
Novita menekankan, program ekonomi kreatif harus nyata. Termasuk mendukung perfilman yang mengangkat budaya lokal dan destinasi wisata. Menurutnya, film bukan hanya hiburan, melainkan pintu diplomasi budaya.
Dia mendesak agar rencana kerja anggaran 2026 menjawab tantangan konkret di lapangan. Mulai dari royalti kreator digital, perfilman budaya, hingga UMKM yang berdaya saing. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 7 September 2025 dengan judul "Investasi Tembus Rp 90,12 Triliun Produk Ekraf Meluas Di Pasar Asia Dan Eropa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.