Sebelumnya
Selain itu, ada dorongan pembentukan “Kelas Migran” di SMK dan SMA sebagai ekstrakurikuler, yang membekali siswa dengan kemampuan bahasa, keterampilan kerja, dan kesiapan mental sejak dini untuk mencegah perdagangan orang.
Pelatihan khusus juga akan mencakup kurikulum Bela Negara, yang memperkuat aspek fisik, mental, budaya Indonesia, dan adaptasi di negara tujuan. Politisi Partai Golkar itu juga telah meresmikan Desa Migran Emas di NTB, yang menjadi model akses informasi, keterampilan, dan pendampingan hukum bagi calon Pekerja Migran Indonesia. Fokus ini diharapkan memperluas akses pendidikan, sehingga Pekerja Migran Indonesia tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang di luar negeri.
Inisiatif ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga identitas nasional. Dengan membekali PMI keterampilan vokasional, Indonesia berharap mengurangi kasus eksploitasi dan meningkatkan citra bangsa.
Baca juga : Pembenahan Struktur Rampung Tahun Depan
“Remitansi bukan sekadar kiriman uang, tapi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Mesti begitu, tantangan tetap ada. Mencakup anggaran, koordinasi antarlembaga, dan adaptasi dengan perubahan regulasi internasional.
Dengan dukungan Asta Cita Prabowo, Kementerian P2MI di bawah kepemimpinan Mukhtarudin diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana PMI menjadi duta yang andal.
Baca juga : 16 Tokoh Bangsa Temui Presiden Di Istana Merdeka
Pemerintah berjanji negara akan hadir sepenuhnya, baik sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri, untuk memastikan para pahlawan devisa ini kembali dengan martabat utuh.
Sementara itu, anggota DPR RI, Sarmuji yakin, dengan kepemimpinan Mukhtarudin, Kemen P2MI ini akan berfokus pada penguatan regulasi dan peningkatan kualitas pelatihan. “Pekerja migran yang makin terlatih dan terdidik akan makin mampu melindungi dirinya,” beber Sarmuji. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 13 September 2025 dengan judul "Lewat Pendidikan Vokasional Negara Kerek Kualitas PMI"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.