BREAKING NEWS
 

Mensos: Realisasi Bansos Triwulan III Tembus 75 Persen Lebih

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 16 September 2025 07:22 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto:Kemensos

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat penyaluran Bantuan Sosial (bansos) triwulan III hingga 15 September 2025 sudah lebih dari 75 persen. 

Hal itu disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat konferensi pers di kantor Kemensos, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Gus Ipul sapaan  Saifullah Yusuf merinci dari kuota 18.277.083 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sembako, sudah tersalur ke 13.687.433 KPM atau 75,89 persen. Sedangkan dari 10 juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH), sudah tersalur 7.443.448 KPM atau 74,43 persen.

"Per 15 September, bansos sembako atau BPNT tersalur 75,89 persen, PKH 74,43 persen," jelasnya.

Baca juga : Rapat DPR, Mensos Paparkan Realisasi Anggaran & Usulan Tambahan 2026

Selain sembako dan PKH, Kemensos juga menyalurkan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Bantuan ini menyasar 96,8 juta peserta dengan anggaran lebih dari Rp48 triliun. 

Data penerima dikumpulkan Kemensos, sementara pembayaran premi dilakukan Kementerian Kesehatan ke BPJS Kesehatan.

Adsense

Gus Ipul menuturkan, pada penyaluran kali ini juga ada KPM baru yang sedang proses Buka Rekening Kolektif (Burekol), yakni penerima yang seharusnya dapat bansos namun belum punya rekening. Mereka akan menerima bansos triwulan II dan III sekaligus.

Progress Burekol triwulan III yaitu Sembako 2.164.852 KPM sedang Burekol, 1.736.558 sudah berhasil dan PKH 1.945.399 KPM sedang Burekol, 1.720.156 sudah berhasil.

Baca juga : SDN Otista Bogor Terapkan 7 KAIH, Bentuk Karakter Anak Lebih Baik

Sedagkan sisa KPM yang gagal Burekol karena masalah administrasi akan dialihkan ke masyarakat desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar tetap dapat bansos penuh.

"Kalau ada yang belum bisa karena NIK atau hal lain, nanti kita alihkan ke masyarakat desil 1 yang selama ini hanya menerima satu jenis bansos," tegas Gus Ipul seperti dikutip laman kemensos.

Ia juga menekankan, pentingnya pemutakhiran DTSEN. Perubahan penerima dilakukan karena faktor meninggal, pindah, menikah atau terindikasi tidak layak, misalnya ASN, TNI-Polri, pegawai BUMN, anggota DPR/DPRD, atau penerima yang tercatat bermain judi online.

Kemensos, lanjut Gus Ipul, terus mendorong pemutakhiran data baik lewat jalur formal pemerintah maupun partisipatif masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos dan SIKS-NG. Koordinasi dengan dinas sosial daerah juga diperkuat melalui sosialisasi dan pelatihan admin desa.

Baca juga : Realisasi Capex Astra International Juni 2025 Tembus Rp 8,8 Triliun

Untuk diketahui, bansos Kemensos dicairkan tiap triwulan lewat bank Himbara dan PT Pos. Rinciannya BPNT/sembako: Rp600 ribu per tiga bulan, PBI JK Rp42 ribu per orang per bulan, dibayarkan ke BPJS Kesehatan, PKH bervariasi, antara lain ibu hamil dan anak usia dini Rp750 ribu per 3 bulan, lansia dan disabilitas Rp600 ribu per 3 bulan, anak sekolah SD Rp225 ribu, SMP Rp375 ribu, SMA Rp500 ribu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense