Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Realisasi Capex Astra International Juni 2025 Tembus Rp 8,8 Triliun
Rabu, 27 Agustus 2025 14:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di sepanjang semester I-2025, PT Astra International Tbk (ASII) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 8,8 triliun, dari rencana belanja modal total senilai Rp 25 triliun di 2025.
Wakil Presiden Direktur ASII Rudy mengatakan, mayoritas realisasi capex dialokasikan untuk pembelian alat berat dalam bisnis kontraktor pertambangan perseroan.
Selanjutnya, digunakan untuk kegiatan replanting dan spot maintenance pada bisnis PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), serta pembelian mesin produksi di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
“Mulai dari renovasi maupun pembelian lahan-lahan baru untuk cabang-cabang di bisnis otomotif,” ujarnya dalam press conference Public Expose ASII 2025 secara virtual, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : 5 Bentuk Dukungan BI Terhadap Asta Cita, Salah Satunya Beli SBN Rp 186 Triliun
Dia mengatakan, merujuk pada kinerja Astra yang resilient selama beberapa tahun terakhir, Astra saat ini tengah melakukan tinjauan strategis di seluruh portofolio bisnisnya untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi inisiatif-inisiatif yang dapat dijalankan.
Tujuannya, agar Astra tetap mampu menghasilkan pertumbuhan dan penciptaan nilai ke depannya, di tengah dinamika kondisi pasar.
“Hasil dari tinjauan ini diharapkan akan selesai pada semester pertama tahun 2026,” ungkapnya.
Selain itu, tercatat sepanjang tahun 2025, Astra telah melakukan sejumlah aksi korporasi. Beberapa di antaranya, pada April 2025, Toyota Motor Asia (Singapore) Pte. Ltd. (TMA) melakukan investasi sebesar USD120 juta (sekitar Rp 2,0 triliun) untuk 40 persen kepemilikan saham di PT Astra Digital Mobil (ADMO), yang memiliki bisnis mobil bekas online-to-offline OLXmobbi.
Baca juga : Desa Binaan Imigrasi Jadi Inspirasi di Forum Internasional DGICM 2025
Setelah transaksi, Grup tetap memiliki kontrol atas ADMO dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen.
Kolaborasi ini memperkuat kemitraan antara Astra dan TMA yang telah terjalin selama ini, dan bertujuan untuk memodernisasi sektor mobil bekas dan memperluas akses pelanggan dalam mendapatkan kendaraan berkualitas, layanan pembiayaan, asuransi dan layanan purnajual di seluruh Indonesia.
Pada bulan Juni, melalui UT, telah membeli 30,6 persen saham di PT Supreme Energy Sriwijaya (SES) senilai 30,8 juta dolar AS (Rp 501 miliar).
SES merupakan pemegang 25,2 persen saham di PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD), suatu perusahaan yang memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sumatera Selatan dengan kapasitas terpasang sebesar 91,2 MW.
Baca juga : Emas Antam Pagi Ini Menguat, Harga 1 Gram Tembus Rp 1.897.000
Selanjutnya pada bulan Juli, Astra melalui PT Saka Industrial Arjaya (SIA), sebuah perusahaan dibawah divisi Properti, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat untuk mengakusisi 83,7 persen saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP), perusahaan pengembang properti industri dan logistik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Setelah transaksi selesai, SIA akan menjadi pemegang saham pengendali baru MMP dan sesuai dengan peraturan pasar modal, perusahaan tersebut akan melakukan Penawaran Tender Wajib.
“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Grup untuk memanfaatkan pertumbuhan yang pesat atas kebutuhan infrastruktur industri dan logistik di Indonesia,” pungkas Rudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya