RM.id Rakyat Merdeka - Muhammad Raihan Firmansyah, siswa kelas 11 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar nyaris putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang kian sulit. Raihan adalah anak kedua dari lima bersaudara. Adik-adiknya masih kecil.
Sementara itu, ibunya bekerja jadi pengupas bawang dengan upah Rp1.000 per kilogram. Ayahnya membuka bengkel yang pendapatannya tak menentu sehari-hari. Namun, kini harapan mulai tumbuh dalam dirinya setelah ia bisa belajar di Sekolah Rakyat.
“Saya tidak kebayang akan sekolah lagi, karena memang keadaan ekonomi keluarga saya lagi sulit,” kata Raihan, di rumahnya di Makasar, Jumat (11/9/2025).
Baca juga : Panja Daya Saing Industri Diharap Jadi Terobosan Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Raihan bercerita penghasilan ayahnya membuka bengkel tak menentu karena belakangan sepi pelanggan. Akhirnya, penghasilan sang ibu dari mengupas bawang pun jadi andalan keluarga.
Sehari-hari, Raihan serta kakak-adiknya pun membantu sang ibu mengupas bawang. Pekerjaan dimulai sejak subuh dan biasanya baru selesai malam. Jika beruntung, dalam satu hari mereka bisa mengupas 40 kilogram bawang yang berarti akan mendapatkan upah Rp40.000. “Ibu saya bekerja sebagai pengupas bawang satu kilonya itu Rp1.000, biasanya saya bantu sama adik-adik,” ujar Raihan. “Misalnya dari subuh saya bantu bawakan bawang ke rumah, terus kupas bersama-sama sampai selesai. Biasanya jam 3 sore atau malam. Dibawa ke bos, karena bos yang suruh kupas. Habis dikupas, bos bikin bawang goreng,” lanjutnya.
Kini, Raihan memang tak bisa lagi membantu ibunya mengupas bawang karena bersekolah di SRMA 26 Makassar. Ia kerap rindu dengan keluarganya di rumah. Namun, dia juga bahagia karena bisa belajar dengan baik dan menatap masa depan.
Baca juga : Erick Thohir Jadi Menpora, Pengamat: Harapan Baru Olahraga Indonesia
Ia senang karena bisa bertemu teman-teman baru dan makan bergizi tiap hari. Di Sekolah Rakyat, ia mengikuti ekstrakurikuler badminton yang merupakan olahraga favoritnya. “Bagus. Lengkap, ada meja belajar, kipas, tempat tidur nyaman,” tuturnya.
Dulu, Raihan bercita-cita jadi dokter, tapi sekarang mau jadi polisi. Ia ingin ikut andil menciptakan kenyamanan dan ketertiban masyarakat dengan menangkap para pelaku kriminal.
“Polisi. Supaya bisa menangkap orang kriminal,” kata dia.
Baca juga : Ara Gaspol Bareng REI Bangun Rumah Rakyat
Raihan pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah menggagas Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Kelak, ia yakin mampu mewujdkan cita-cita dan membanggakan kedua orang tuanya. “Semoga Sekolah Rakyat ini selalu terus ada, agar orang-orang seperti saya terbantu,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.