RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo menerapkan strategi yang sederhana untuk menyampaikan pesan-pesan dan program pemerintah kepada masyarakat. Prinsipnya adalah dari rakyat, untuk rakyat, melalui bahasa rakyat.
“Kuncinya bukan sekadar banyak bicara, tapi bicara tepat dan konsisten,” kata Angga Raka, dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka, Minggu malam (19/10/2025).
Angga yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital itu, bukan tipe pejabat yang selalu berada di belakang meja. Dia juga tak sering tampil atau bicara ke publik. Tapi, dia turun ke bawah. Ke daerah-daerah. Melakukan monitoring secara berkala, dan menganalisis datanya. Dengan cara itu, tim memastikan, apakah persepsi publik itu sejalan dengan faktanya di lapangan.
“Jadi, Pemerintah berkomunikasi dengan basis data, bukan sekedar feeling,” katanya.
Baca juga : Diplomasi Tegas Prabowo, Indonesia Diperhitungkan Dunia
Kepada Rakyat Merdeka, Angga Raka menceritakan upaya-upaya Badan Komunikasi Pemerintah membangun pemahaman publik, menangkal misinformasi dan disinformasi yang tersebar di tengah masyarakat. Juga mengenai kekuatan gaya komunikasi Presiden Prabowo.
Berikut petikan wawancara selengkapnya.
Mohon gambaran singkat dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat, mengenai capaian utama Pemerintah Prabowo-Gibran selama satu tahun pertama ini? Dari delapan program prioritas nasional, mana yang paling menunjukkan kemajuan signifikan pada tahun pertama?
Gambaran capaian utama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, kalau disederhanakan, tahun pertama ini adalah fase kita “menyusun fondasi sambil langsung mengeksekusi.” Ada sejumlah program prioritas nasional yaitu: 1) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah menjangkau 36 juta penerima manfaat dan menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja baru.
Baca juga : Prof Ahmad Tholabi Kharlie: Momentum Upaya Penataan Kelembagaan
2) Cek Kesehatan Gratis yang sudah dinikmati oleh 43 juta warga, dan 3) Koperasi Desa Merah Putih, dengan lebih dari 80 ribu unit terbentuk sebagai penopang ekonomi rakyat.
Secara makro, ekonomi kita tumbuh stabil di 5 persen, inflasi terjaga di 2 persen, dan IHSG menembus 8.000. Itu bukti bahwa kebijakan sosial tidak mengorbankan kepercayaan pasar. Artinya, arah pembangunan yang ditempuh Presiden Prabowo bukan populis, tapi produktif.
4) Danantara sebagai motor mengkonsolidasikan aset-aset BUMN agar semuanya lebih terarah dan produktif untuk kepentingan rakyat. Sebagai contoh, Indonesia kota-kotanya selama puluhan tahun selalu menghadapi masalah pengelolaan sampah. Hari ini dengan adanya Danantara, Presiden mengambil kebijakan agar Danantara mengatasi masalah sampah dengan program Waste to Energy.
5) Swadembada pangan. Indonesia menuju kemandirian pangan. Tahun ini cadangan beras kita tertinggi sepanjang sejarah mencapai 4 juta ton. Dan kedepan terus akan di genjot produksi di sektor pangan, agar negara lepas dari ketergantungan impor.
Baca juga : Maman Imanulhaq: Banyak Kebijakan Yang Tumpang Tindih
6) Dari sektor energi, kita menuju B50 dan B100. Mendukung energi baru dan terbarukan. ESDM dan Pertamina menggenjot lifting minyak dan juga pembukaan kilang-kilang baru.
7) Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, revitalisasi sekolah dan kesejahteraan guru, programnya sudah berjalan dan dinikmati para penerima manfaat.
8) Rumah Rakyat. Program ini terus menunjukkan progres. Kebijakan ini meringankan masyarakat dan memberi kesempatan kepada para pekerja muda agar mudah dalam memiliki rumah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.