BREAKING NEWS
 

Pendapatan Daerah Meningkat, Tito Minta Pemda Percepat Belanja

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 20 Oktober 2025 16:29 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Humas Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah agar tidak berpuas diri dengan kenaikan pendapatan daerah. Dia menegaskan, tantangan sesungguhnya justru ada di percepatan belanja agar manfaat pembangunan cepat dirasakan masyarakat.

Berdasarkan data hingga 30 September 2025, realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nasional gabungan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota telah mencapai Rp949,97 triliun atau 70,27 persen. Capaian ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp918,98 triliun atau 67,82 persen.

“Pendapatan daerah menunjukkan tren yang baik. Tapi kita perlu dorong percepatan realisasi belanja agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Tito menjelaskan, peningkatan pendapatan terutama terlihat di tingkat kabupaten dan kota. Kabupaten mencatat realisasi Rp558,32 triliun (70,19%), naik dari tahun sebelumnya Rp519,74 triliun (65,19%). Kota juga tumbuh menjadi Rp132,76 triliun (71,12%), dari sebelumnya Rp120,32 triliun (67,90%).

Baca juga : Carlos Pena Puji Mentalitas Pemain Persita

“Ini catatan positif bagi rekan-rekan di kabupaten dan kota,” kata Tito.

Namun, di tingkat provinsi, terjadi sedikit penurunan. Realisasi pendapatan tercatat 70 persen (Rp258,97 triliun), lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 73 persen (Rp278,92 triliun).

Adsense

“Mohon maaf teman-teman gubernur, ini jadi bahan evaluasi bersama,” imbuhnya.

Di sisi lain, Tito menyoroti bahwa realisasi belanja daerah masih rendah. Hingga akhir September 2025, total belanja gabungan provinsi, kabupaten, dan kota baru mencapai Rp770,13 triliun atau 56,07 persen.

Baca juga : Ditolak Pedagang Barito Diminati Pedagang Lokal

Rinciannya:Belanja kabupaten Rp456,24 triliun (56,16%) dan belanja kota: Rp106,22 triliun (56,66%). Menurut Tito, percepatan belanja penting untuk menggerakkan ekonomi daerah, menjaga inflasi, dan mendukung target pembangunan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menunda belanja hingga akhir tahun.

“Uang daerah jangan hanya parkir di kas daerah. Belanjakan dengan bijak dan segera untuk masyarakat,” tegasnya.

Purbaya juga mendorong agar dana daerah disimpan di bank daerah, bukan di bank nasional yang berpusat di Jakarta, agar perputaran uang tetap hidup di daerah.

Baca juga : Ada Kurir Sabu Ditangkap, Pelni Minta Pengawasan Diperketat

“Kalau uangnya disimpan di bank Jakarta, daerah akan kering,” ujarnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense