Dark/Light Mode

Pendapatan Meningkat, Harita Nickel Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Obi

Selasa, 14 Oktober 2025 08:56 WIB
Pendapatan Minimarket Hop Mart yang dibentuk melalui pendampingan dari manajemen Harita Nickel telah mencapai Rp 2,5 miliar pada 2024. (Dok. Harita Nickel)
Pendapatan Minimarket Hop Mart yang dibentuk melalui pendampingan dari manajemen Harita Nickel telah mencapai Rp 2,5 miliar pada 2024. (Dok. Harita Nickel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program hilirisasi mineral yang dijalankan perusahaan pertambangan nikel terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang.

Aktivitas industri yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui berbagai usaha kecil masyarakat.

Salah satu warga yang merasakan dampak tersebut adalah Tina Nomor, 30 tahun, warga Desa Kawasi di Kawasan Industri Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ia dulunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Namun, sejak geliat hilirisasi nikel oleh Harita Nickel masuk ke Pulau Obi, kehidupannya berubah.

Bersama beberapa perempuan lain di desanya, Tina kini mengelola Minimarket Hop Mart yang dibentuk melalui pendampingan dari manajemen Harita Nickel.

Baca juga : Rapat Dengan Menag Usulkan 8 Lokasi, Ara: Natal Harus Berdampak Ke Masyarakat

“Saya sebelumnya hanya berkebun dan menjaga warung saja. Namun dengan berdirinya Hop Mart, di mana kami mendapat dukungan pengembangan usaha dari Harita Nickel, kami sekarang bisa berkembang pesat,” ujar Tina Nomor kepada media beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, pendapatan dari Hop Mart telah mencapai Rp 2,5 miliar pada 2024. Tahun ini, omzet diharapkan meningkat seiring berlanjutnya pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dampak hilirisasi juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Maluku Utara tumbuh 32,09 persen pada triwulan II 2025, melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 10,76 persen (year on year/yoy).

Pengamat Community Involvement and Development (CID) Universitas Padjadjaran, Risna Resnawaty, menilai Harita Nickel telah melakukan berbagai inovasi dalam peningkatan pendapatan riil dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.

“Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) Harita Nickel yang cukup terkenal adalah program peningkatan UMKM makanan daerah, katering, dan tanaman organik,” ujarnya, Selasa (14/10).

Baca juga : Perpustakaan Penghubung Masyarakat dan Pengetahuan

Risna menilai program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan sejumlah kelompok usaha. Namun, ia mengingatkan pentingnya strategi keluar (exit strategy) yang tepat agar masyarakat tidak bergantung pada perusahaan.

“Sesuai dengan tujuan PPM yaitu kemandirian dan keberlanjutan, perlu direncanakan exit strategy agar program tetap berjalan meskipun tanpa dukungan langsung perusahaan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan, agar perencanaan pengembangan masyarakat dilakukan berdasarkan kebutuhan yang sebenarnya, bukan sekadar keinginan pihak tertentu.

“Tidak semua pelaksana pengembangan masyarakat dapat menentukan dengan benar antara needs and wants, karena sering ada benturan kepentingan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain. Ini salah satu tantangan pengembangan masyarakat di daerah pertambangan,” ujar Risna.

Sementara itu, Community Affairs General Manager Harita Nickel, Dindin Makinudin, menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS Halmahera Selatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut meningkat signifikan sejak hilirisasi dimulai pada 2016.

Baca juga : Tanggapi Ujaran Kebencian Kepada Pemain Timnas, Filep Imbau Masyarakat Bijak

“Pertumbuhan ekonomi stabil tumbuh. Industri pengolahan sangat dominan mendorong perekonomian lokal, artinya hilirisasi sukses memantik pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan,” kata Dindin.

Ia menambahkan, kebutuhan logistik yang besar akibat banyaknya tenaga kerja di Pulau Obi turut membuka peluang usaha baru.

“Misalnya, kebutuhan beras mencapai sekitar 20 ribu sak per bulan, ayam potong 22 ribu kilogram, dan ikan segar dalam jumlah besar. Artinya ini membuka peluang usaha. Kami buka peluang tidak hanya kerja, tapi juga bagi pengusaha lokal,” jelas Dindin.

Menurut Dindin, dampak ekonomi yang dihasilkan perusahaan melalui berbagai program tanggung jawab sosial (CSR) telah menciptakan 729 lapangan kerja dengan perputaran uang lokal mencapai sekitar Rp 14 miliar per bulan.

“Per bulan sekitar Rp 14 miliar untuk perputaran di lokal,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.