Sebelumnya
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menuturkan, 7 lokasi tersebut telah memenuhi kriteria pembangunan proyek. Mulai dari ketersediaan lahan, kesiapan administrasi, hingga dukungan regulasi. “Target groundbreaking akhir Maret. Kalau semua daerah siap, prosesnya bisa berjalan serentak. Kami berasumsi 2 tahun untuk penyelesaian proyek,” kata Rosan.
Baca juga : Mentrans Ajak Investor China Ke Pasel Dan Malut
Rosan menambahkan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 204 perusahaan yang menyatakan minatnya berinvestasi. Rinciannya, terdiri dari 66 perusahaan asing dan sisanya perusahaan dalam negeri.
Baca juga : Pemakzulan Bupati Pati Diputuskan Akhir Bulan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara investasi teknologi pengolahan sampah dan keberlangsungan sosial masyarakat kecil, terutama para pemulung. “Di Yogyakarta, sebagian besar pekerja di pabrik pengolahan adalah pemulung. Mereka harus tetap diberi ruang agar tidak kehilangan mata pencaharian,” kata Sri Sultan. KPJ
Baca juga : Meski Tidak Punya Menteri, Paloh: NasDem Bahagia Mendukung Pemerintah
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 26 Oktober 2025 dengan judul "Dimulai Di Tujuh Wilayah Zulhas Bakal Sulap Sampah Jadi Listrik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.