BREAKING NEWS
 

Industri Agro Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 29 Oktober 2025 13:34 WIB
Foto: Aditya Nugroho/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri agro terus menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi sektor ini terbukti signifikan dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing di pasar global.

“Pada semester I tahun 2025, sektor industri agro mencatat kontribusi sebesar 52,07 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, berkontribusi 8,96 persen terhadap PDB nasional, serta tumbuh positif mencapai 4,99 persen,” kata Dirjen Agro Putu Juli Ardika mewakil Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan Pameran Industri Agro 2025 di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Dari sisi perdagangan luar negeri, sektor industri agro mencatatkan nilai ekspor mencapai 37,38 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan sebesar 26,96 miliar dolar AS. “Kinerja ini memberikan kontribusi besar terhadap surplus perdagangan nasional, karena secara keseluruhan industri pengolahan nonmigas mencatat surplus 16,84 miliar dolar AS,” ungkap Putu.

Selain kinerja ekspor yang kuat, sektor industri agro juga menjadi magnet investasi. Pada semester I-2025, realisasi investasi industri agro mencapai Rp 85,05 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 9,8 juta orang atau lebih dari 50 persen dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas.

“Data tersebut memperlihatkan bahwa industri agro bukan hanya menjadi motor pertumbuhan, tetapi juga pilar pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja produktif,” ujar Putu.

Baca juga : Mendagri Tito: Pemda Wajib Dukung Program Strategis Nasional

Putu menjelaskan, pencapaian positif sektor agro sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya percepatan industrialisasi melalui peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Untuk mendukung arah tersebut, Kemenperin tengah mengimplementasikan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka kerja penguatan sistem industri nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Melalui SBIN, kami memperkuat rantai pasok nasional dengan dukungan regulasi cerdas, ketersediaan bahan baku, efisiensi produksi, dan penguatan inovasi serta akses pasar,” jelas Putu.

Dalam konteks sektor agro, strategi industrialisasi diarahkan untuk menguatkan hilirisasi berbasis sumber daya alam, seperti biji kakao, sagu, rumput laut, dan kopra menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Kemenperin juga mendorong terbentuknya ekosistem industri agro yang inklusif dengan memperkuat kemitraan antara pelaku industri, koperasi, dan petani, disertai penerapan prinsip industri hijau melalui efisiensi energi dan sertifikasi keberlanjutan seperti Rainforest Alliance, UTZ, dan Organic Certification.

Adsense

“Dengan integrasi teknologi mutakhir dan sistem industri 4.0, kami menargetkan sektor industri agro mampu menghasilkan nilai tambah hingga 180 kali lipat dibandingkan bahan mentahnya,” tegas Putu.

Baca juga : Rise Up Unity 2025: Musik Hip Hop dan Reggae Bersatu untuk Perubahan Sosial

Indonesia saat ini dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dunia dalam industri agro. Putu menyebut, Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, dengan produksi lebih dari 51 juta ton CPO dan CPKO per tahun.

Selain itu, industri berbasis karet nasional menempati posisi kedua terbesar dunia dengan produksi mencapai 3,32 juta ton per tahun, sedangkan industri rumput laut berada di peringkat ketiga dunia dalam hal produksi.

Komoditas unggulan lain seperti kayu, rotan, dan minyak atsiri juga menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di pasar global, sementara industri pulp dan kertas, kopi, teh, kakao olahan, serta produk pangan berbasis tebu dan susu terus menjadi penopang ekspor nasional.

“Industri agro Indonesia bukan hanya tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga lokomotif peningkatan daya saing ekspor berbasis sumber daya alam terbarukan,” ujarnya.

Putu mengapresiasi penyelenggaraan Pameran Industri Agro 2025, yang menurutnya berperan penting dalam memperluas promosi dan jejaring pelaku industri.

Baca juga : KCIC Peringati Hari Sumpah Pemuda Bersama Penumpang Whoosh di Stasiun

“Pameran ini bukan hanya ajang promosi produk unggulan industri agro, tetapi juga wadah memperkuat potensi sektor mulai dari industri makanan dan minuman, furnitur, atsiri, pakan, kertas, hingga oleokimia,” jelasnya.

Sementara itu, Sesditjen Industri Agro Yulia Astuti mengatakan, pameran bertema “Agro Industri Maju, Ekonomi Tumbuh Tangguh” ini menjadi simbol sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan industri nasional.

“Pameran Industri Agro 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas peluang bisnis, memperkenalkan produk unggulan nasional, dan memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, dan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pameran yang berlangsung 28–31 Oktober 2025 di Gedung Kemenperin, Jakarta, diikuti oleh 65 peserta dari industri skala kecil hingga besar. Produk yang ditampilkan meliputi turunan sawit, alga, gula, kopi, teh, susu, cokelat, jus buah, daging olahan, frozen food, kertas, minyak atsiri, furnitur, dan pet food.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense