Dark/Light Mode

Indonesia Ajak ASEAN Manfaatkan RCEP Untuk Perkuat Ekonomi Indo-Pasifik

Senin, 27 Oktober 2025 15:42 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membacakan pidato khusus Presiden Prabowo Subianto pada ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2025 di Kuala Lumpur, Minggu (27/10/2025). (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membacakan pidato khusus Presiden Prabowo Subianto pada ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2025 di Kuala Lumpur, Minggu (27/10/2025). (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menyerukan agar ASEAN memanfaatkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebagai platform untuk memperkuat ketahanan dan perdagangan berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato khusus pada ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2025 di Kuala Lumpur, Minggu (27/10/2025). Pidato tersebut dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Kerja sama dan integrasi regional penting untuk memastikan kemakmuran dan stabilitas jangka panjang. Kita harus memperkuat kolaborasi melalui RCEP sebagai platform ketahanan dan perdagangan berbasis aturan,” katanya.

Baca juga : Airlangga: Kesepakatan ASEAN DEFA Perkuat Ekonomi Digital Indonesia

Dia menambahkan, RCEP harus bersifat terbuka agar negara lain di luar ASEAN juga dapat bergabung dan memperkuat kemitraan ekonomi di kawasan.

Selain perdagangan, Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan transisi ASEAN menuju energi hijau dan berkelanjutan. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan melalui inisiatif bersama seperti ASEAN Common Carbon Framework dan ASEAN Power Grid.

Prabowo menyebut kawasan Indo-Pasifik menjadi rumah bagi 60 persen populasi dunia dan menyumbang 60 persen produk domestik bruto (PDB) global. Kawasan ini, katanya, mendorong dua pertiga pertumbuhan ekonomi dunia dan mencakup separuh dari total perdagangan serta transportasi maritim global.

Baca juga : Resmi di Buka, FLOII Expo 2025 Perkuat Ekosistem Hortikultura Indonesia

“Indo-Pasifik adalah mesin pertumbuhan global. Pada 2030, dua pertiga kelas menengah dunia akan berada di kawasan ini. Karena itu, pertumbuhan harus inklusif agar tidak ada bangsa yang tertinggal,” ujar Prabowo.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan kemakmuran bersama.

“Perdamaian dan kemakmuran hanya dapat dicapai bila pemerintah dan dunia usaha berjalan seiring. Sektor swasta berperan penting dalam mendorong pertumbuhan, inovasi, dan kemajuan sosial,” jelasnya.

Baca juga : MODENA Gandeng SOS Dan COMO Untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkolaborasi dengan negara-negara ASEAN dalam menghadapi tantangan dan mengubahnya menjadi peluang bagi kemajuan kawasan.

“Melalui forum ini, kita berkomitmen untuk memastikan pertumbuhan di Indo-Pasifik memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.