BREAKING NEWS
 

Indonesia Lebih Maju Kalau Rakyat Produktif

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 2 November 2025 07:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Instagram/zul.hasan)

 Sebelumnya 
Meski begitu, Zulhas optimistis, kebijakan yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto akan membawa perubahan mendasar dalam pengelolaan pangan dan peningkatan produktivitas nasional. Dia pun optimistis target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai. 

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pernah tumbuh rata-rata 7,5 persen selama puluhan tahun. Jadi, kalau kita punya target pertumbuhan 7-8 persen, bukan hal yang mustahil,” jelasnya. 

Pandangan Zulhas diamini ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Menurutnya, untuk jadi negara maju, produktivitas rakyat memang harus ditingkatkan. Peningkatan produktivitas nasional bisa dicapai melalui industri dan sektor formal. 

Baca juga : Pramono Hadapi Ujian Tahunan

“Dalam sejarah dunia, tidak ada negara berpopulasi besar yang mampu menembus pendapatan tinggi tanpa industrialisasi,” ujarnya. 

Wijayanto menjelaskan, sektor industri formal tidak hanya menciptakan lapangan kerja berkualitas, tetapi juga memperkuat basis penerimaan pajak negara. “Dengan begitu, Pemerintah bisa menjalankan program sosial dan pembangunan yang lebih berdampak,” katanya. 

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, perbedaan struktur ekonomi menjadi penyebab utama ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara tetangga. 

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Kebaikannya Tidak Boleh Dikesampingkan

Menurutnya, Malaysia sejak 1980-an telah berhasil mendiversifikasi ekonominya ke sektor manufaktur berteknologi tinggi melalui kebijakan investasi asing dan stabilitas politik yang terjaga. Sementara Indonesia masih bergantung pada ekspor komoditas mentah seperti kelapa sawit dan batu bara. 

“Jumlah penduduk besar sebenarnya bisa menjadi keunggulan demografis, asalkan dikelola dengan tepat. Reformasi struktural harus dilakukan secara konsisten, dengan fokus pada pendidikan, pelatihan vokasi, dan pembangunan infrastruktur,” kata Yusuf. 

Ia menambahkan, perbaikan tata kelola dan pemberantasan korupsi menjadi faktor penting agar iklim usaha semakin efisien dan transparan. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense