BREAKING NEWS
 

IBI dan Kemenkes Sepakat, Bidan Garda Terdepan Selamatkan Ibu dan Anak

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 6 November 2025 16:49 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kembali menegaskan peran strategis bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Bidan Indonesia (PIT IBI) 2025 yang digelar di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Acara bergengsi yang menjadi agenda rutin sejak 2014 ini turut dihadiri jajaran pejabat tinggi dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKKBN, Konsil Kesehatan Indonesia, lembaga internasional, serta berbagai mitra strategis dunia kesehatan.

Ketua Umum PP IBI Ade Zubaidah menegaskan bahwa bidan bukan sekadar tenaga medis, melainkan pahlawan kehidupan yang bekerja di berbagai situasi, termasuk saat bencana, pandemi, maupun tantangan sosial-ekonomi.

“Dalam setiap situasi krisis, bidan selalu hadir memastikan perempuan mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang layak dan bermartabat. Ini bukti bahwa bidan Indonesia adalah sosok tangguh yang selalu berada di garis depan menyelamatkan kehidupan,” ujar Ade disambut tepuk tangan meriah peserta.

Ade juga menekankan pentingnya inovasi, adaptasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam praktik kebidanan sesuai arah kebijakan Kementerian Kesehatan.

Baca juga : APHI dan ITPC Sepakat Kelola Lahan Gambut Tropis Berkelanjutan

“Bidan Indonesia harus terus berinovasi sebagaimana diamanatkan dalam Permenkes Nomor 1261 Tahun 2021. Kita harus menjadi bagian dari transformasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Momen haru terjadi saat Ade membacakan puisi karya bidan asal Sumatera Barat berjudul “Di Antara Gelap dan Harapan”, yang menggambarkan perjuangan bidan di pelosok negeri menembus malam dan hujan demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, dr. Yuli Farianti, M.Epid, menegaskan bahwa bidan memiliki peran sentral dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

Adsense

Ia menyoroti tantangan global seperti krisis kesehatan, lingkungan, dan sosial yang menuntut tenaga bidan untuk terus meningkatkan kompetensi serta profesionalisme.

“Bidan harus menjadi garda terdepan yang tangguh dan berkeadilan, berorientasi pada hak kesehatan perempuan dan reproduksi di setiap situasi,” ujarnya.

Baca juga : Dari Lulusan SMA, Bisa Kuliah Gratis dan Umrah: PNM Apresiasi Garda Terdepan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui video sambutan menyampaikan apresiasi atas dedikasi bidan Indonesia.

“IBI harus terus berperan aktif meningkatkan kompetensi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi menuju Indonesia Emas 2045,” pesan Menkes.

Tahun ini, PIT IBI 2025 tidak hanya diperuntukkan bagi bidan yang telah bekerja, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi PP IBI kepada mahasiswa kebidanan dan dosen dari berbagai institusi pendidikan negeri maupun swasta di wilayah Jabodetabek dan Banten.

Mereka diundang secara gratis sebagai bentuk dukungan IBI terhadap peningkatan kapasitas calon bidan dan tenaga pendidik agar dapat terus berkembang, berjejaring, dan berkontribusi aktif dalam profesi kebidanan.

“Kami ingin seluruh insan kebidanan, baik yang sudah bekerja maupun yang masih menempuh pendidikan, merasakan manfaat dari kegiatan ilmiah ini. Karena masa depan profesi bidan ada di tangan mereka,” tutur Ade Zubaidah.

Baca juga : Lewat Kemah Kebangsaan, BNN & Bison Indonesia Bentuk Pelajar Tangguh Antinarkoba

Selain menjadi forum ilmiah, PIT IBI 2025 juga menjadi wadah kolaborasi antarlembaga dan lintas profesi untuk memperkuat kapasitas SDM kesehatan. IBI berkomitmen mendukung peningkatan mutu pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan mitra internasional. Menutup sambutannya, Ade menyampaikan pesan inspiratif:

“Menjadi bidan bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hati untuk melahirkan kehidupan dan harapan. Mari terus berjuang menyelamatkan ibu dan anak, di manapun kita berada," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense