Dark/Light Mode

Agar Lolos ke Piala Dunia, Garuda Harus Kalahkan Irak

Jumat, 10 Oktober 2025 08:19 WIB
Para pemain Timnas Indonesia. (Foto: Instagram Timnas Indonesia)
Para pemain Timnas Indonesia. (Foto: Instagram Timnas Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Indonesia harus mengalahkan Irak pada laga kedua Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB. Hasil positif wajib diraih setelah Garuda tumbang 3-2 dari Arab Saudi pada laga perdana, di Stadion King Abdullah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.

Dalam laga melawan Arab, sebenarnya tim asuhan Patrick Kluivert tampil agresif dengan formasi 4-2-3-1. Garuda unggul lebih dulu lewat penalti Kevin Diks di menit ke-11. Sayang, keunggulan bertahan hanya enam menit, karena striker Arab Saleh Abu Al-Shamat menyamakan kedudukan. Pasukan Green Falcons kemudian berbalik unggul 2-1 melalui eksekusi penalti Firas Al-Buraikan di menit ke-31.

Memasuki babak kedua, Timnas Arab tampil lebih dominan. Tuan rumah memperlebar skor menjadi 3-1 lewat gol kedua Al-Buraikan di menit ke-62. Jelang akhir laga, asa Indonesia muncul kembali usai Kevin Diks mencetak gol lagi dari titik putih di menit ke-87. Skor berubah menjadi 3-2. Arab bermain dengan 10 pemain setelah Mohamed Kanno kena kartu merah di masa injury time. Sayang, skor 2-3 tak berubah untuk kemenangan Arab.

Melihat hasil ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir tetap mengapresiasi perjuangan para pemain Timnas. Meski hasilnya belum sesuai harapan, Erick menyatakan, Jay Idzes Cs sudah berjuang sekuat tenaga di lapangan.

"Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 3-2. Bukan hasil yang diinginkan, tetapi Timnas Indonesia telah berjuang sekuat tenaga," kata Ketua Umum PSSI ini, dalam pernyataan di akun Instagramnya, Kamis (9/10/2025).

Baca juga : Sejumlah Pejabat Baru Warnai Kabinet, Prabowo Perkuat Pemerintahan

Erick mengimbau, skuad Garuda melupakan hasil buruk ini. "Timnas harus segera bangkit dan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Irak,” ucapnya.

Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes mengaku, laga kontra Arab sangat sulit. Momentum pertandingan berubah cepat usai Garuda kebobolan dua gol dalam waktu singkat.

"Tidak mudah. Ini laga sulit bagi kami. Setelah unggul 1-0 kami kebobolan terlalu cepat dua gol. Setelah itu, sulit bagi kami," aku Jay Idzes, usai pertandingan.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert juga amat kecewanya atas hasil ini. Dia melihat, anak asuhnya kehilangan konsentrasi usai unggul terlebih dulu. Kesalahan beruntun terjadi di lini pertahanan.

"Kami memulai pertandingan dengan baik. Tetapi, setelah gol pertama, kami kehilangan kendali. Tentu hasil ini mengecewakan, tapi begitulah sepak bola," ujar Kluivert, dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Baca juga : Purbaya Kumpulkan 7 T Dari Pengemplang Pajak

Namun, mantan bomber Barcelona dan Ajax Amsterdam ini menolak larut dalam kekecewaan. Dia dan skuad Garuda kini fokus menghadapi laga kedua kontra Irak. "Harus kami menang, tidak ada pilihan lain," tegasnya.

Kluivert memastikan, semangat juang skuad Garuda tak kendur dan tak perlu diragukan. "Saya ingin masyarakat Indonesia tahu, para pemain berjuang seperti singa. Tidak ada masalah dengan semangat mereka," tekannya.

Peluang Lolos Masih Terbuka

Meski kalah di laga pertama, peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih ada. Syaratnya, Garuda wajib menang di laga melawan Irak, Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB.

Dalam Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia ini, hanya ada dua grup berisi masing-masing tiga tim. Hanya juara grup yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Peringkat dua masing-masing grup akan melakoni play-off untuk berebut tiket Putaran 5 antarkonfederasi.

Jika Indonesia bisa menumbangkan Irak dengan selisih minimal dua gol, peluang untuk lolos akan sangat besar. Kemenangan ini akan mendongkrak poin Garuda menjadi tiga dan memperbaiki selisih gol dari -1 menjadi +1.

Baca juga : Sinergi BP BUMN Dan Danantara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Indonesia bisa menjadi juara grup jika dalam pertandingan berikutnya Irak dapat mengalahkan Arab dengan skor tipis alias selisih 1. Dengan skenario seperti itu, Indonesia, Arab, dan Irak akan sama-sama memiliki poin 3. Sesuai regulasi FIFA, penentuan peringkat ditentukan pertama kali lewat selisih gol, baru kemudian produktivitas gol dan hasil pertemuan.

Jika skenario ini terwujud, Indonesia akan keluar menjadi juara grup karena memiliki selisih gol +1. Arab Saudi jadi runner up dengan selisih gol 0, dan Irak juru kunci dengan selisih gol -1.

Skenario berikutnya, Indonesia menang melawan Irak dengan skor berapapun, dengan catatan Irak seri atau kalah saat melawan Saudi. Dengan kondisi seperti ini, Indonesia akan menjadi runner up dan berhak melanjutkan ke play-off menuju Putaran Kelima.

Jika Indonesia seri saat melawan Irak, peluang untuk menjadi runner up tetap ada. Syaratnya, di pertandingan berikutnya, Irak kalah telak melawan Arab. Sedangkan jika Indonesia kalah dari Irak, dengan skor berapa pun, perjuangan pasukan Garuda melaju ke Piala Dunia 2026 akan terhenti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.