RM.id Rakyat Merdeka - Langkah berani Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga membuka babak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah mengumumkan keberhasilan mobilisasi investasi lintas sektor sebesar 7,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 128,5 triliun per tahun melalui skema pasar karbon, yang menjadi sinyal kuat bagi meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekonomi hijau Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menjelaskan bahwa pilar utama strategi ini adalah penerapan Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Baca juga : Sasar Pasar Menengah, iQOO Indonesia Siapkan Produk ke-3, Lini Z Series
Regulasi tersebut menjadi landasan pembiayaan bagi berbagai proyek rendah emisi, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan dan kompetitif.
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau merupakan keniscayaan yang juga memberikan keuntungan ekonomi nyata.
“COP30 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau tidak hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan,” ujarnya di Belém, Brazil.
Baca juga : Allpack Indonesia 2025 Hadirkan Beragam Inovasi Terbaru dari 30 Negara
Kebijakan ini diperkuat oleh keputusan pemerintah untuk menghentikan investasi pada pembangkit listrik tenaga batu bara baru sejak 2023 serta mempercepat penutupan PLTU lama.
Langkah tersebut mengalihkan fokus investasi ke sektor energi terbarukan, yang ditargetkan mencapai 23 persen dari bauran energi nasional pada 2030.
Dengan adanya kepastian hukum, regulasi yang jelas, dan komitmen politik yang kuat, Indonesia kini muncul sebagai destinasi strategis bagi investasi berkelanjutan.
Baca juga : Wamenhaj Tinjau Lokasi Kampung Haji Indonesia di Makkah: Semoga Segera Terwujud
Peluang terbuka luas di berbagai sektor, mulai dari energi bersih, restorasi ekosistem, hingga teknologi pengelolaan limbah modern, yang menjadikan Indonesia salah satu pemain utama dalam ekonomi hijau global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.