Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Sekadar Investasi, SWF Indonesia Incar Transfer Keahlian Dari Prancis
Kamis, 28 Agustus 2025 09:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) dinilai bisa berkolaborasi menggarap potensi investasi di sektor-sektor strategis seperti hilirisasi nikel dan pengembangan baterai kendaraan listrik.
Salah satu yang sedang dijajaki adalah potensi kerja sama tiga pihak antara INA, Danantara dan perusahaan Prancis, Eramet.
Ketiga entitas tersebut tengah menjajaki pembentukan platform investasi strategis di sektor nikel, mulai dari operasi hulu hingga hilir.
Baca juga : Pertamina Kembangkan 110 Inovasi PFmuda Untuk Ketahanan Energi Dan Pangan
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengatakan, INA dan Danantara bisa menyediakan struktur pembiayaan jangka panjang untuk perencanaan investasi strategis.
“Eramet perannya diperlukan dalam aspek keahlian dan teknis, terutama pengalamannya mengembangkan proyek skala besar pertambangan dan hilirisasi,” katanya, Rabu (27/8/2025).
Bisman menjelaskan, kedua Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dimiliki Indonesia ini bisa saling melengkapi dalam menarik investasi.
Baca juga : 10 Tokoh Muda Inspiratif Indonesia di TOYP 2025, Calon Masa Depan Indonesia
Sebagai representasi negara, INA misalnya berperan penting menjadi garansi bagi investasi. Sedangkan Danantara lebih berfungsi sebagai penghimpun pembiayaan, proses percepatan, dan eksekusinya.
Bisman melanjutkan, Danantara dan INA harus mampu meyakinkan investor dalam proyek-proyek strategis semacam ini. Hal ini harus dibarengi dengan jaminan keamanan hukum dan keamanan investasi.
Sebelumnya CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet, menyebut pihaknya sedang menjajaki kemitraan strategis dengan INA dan Danantara. Salah satu pembahasan terkait dengan partisipasi Eramet di Weda Bay Nickel.
Baca juga : Menko Polkam: Sekolah Rakyat Investasi Bangsa Untuk Indonesia Emas 2045
Danantara dan INA juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Eramet untuk kerja sama pengelolaan mineral kritis yang mendukung ekosistem kendaraan listrik dan hilirisasi nikel.
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari 21 komitmen antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka Jakarta pada 28 Mei 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya