Sebelumnya
Dari sisi lapangan kerja, proyek ini memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi. Selama tahap konstruksi dan operasional diperkirakan menyerap sekitar 40 ribu tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Kehadiran pabrik diharapkan mengurangi ketergantungan impor produk petrokimia yang selama ini mencapai sekitar 50 persen sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku industri hilir dalam negeri.
“Dengan pabrik ini, kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran. Sekitar 70 persen bisa kita substitusi, dan 30 persen sisanya akan kita ekspor,” ujar Bahlil.
Pemerintah menilai kehadiran LCI sebagai bukti nyata keberhasilan program hilirisasi industri yang selama ini digencarkan. Tujuannya, menekan impor dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri agar industri nasional makin berdaya saing.
Baca juga : Pengembang Yang Nakal Kena Blacklist
Namun di balik kemegahan itu, ada perjalanan menuju kesepakatan investasi yang berlangsung tidak mudah. Negosiasi dengan investor Korea mencakup banyak aspek, mulai dari jaminan pasokan energi, infrastruktur pendukung, hingga kepastian regulasi. Bahlil membawa pendekatan lugas tanpa basa-basi tapi tetap membangun kepercayaan dengan mitra asing.
Kini, hasil kerja keras itu tampak nyata. Pabrik seluas 100 hektare di kawasan industri Cilegon itu berdiri megah, siap mengolah bahan baku yang dulu harus diimpor, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin memandang proyek ini sebagai simbol kemitraan strategis antara Korea Selatan dan Indonesia serta fondasi untuk memperkuat daya saing industri petrokimia tanah air.
Baca juga : Mbak Titiek Puji SPPG Polri: Bersih, Higienis, Gizi Dijaga
“Proyek ini merupakan salah satu investasi terbesar perusahaan Korea di Indonesia, melambangkan kemitraan yang kuat antara kedua negara, serta akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat industri petrokimia Indonesia dan daya saing nasionalnya,” ungkapnya.
PT LCI menjadi fasilitas hilirisasi migas kedua di Indonesia yang mencapai tahap industri petrokimia terintegrasi sejak pembangunan Petrochemical Complex Chandra Asri sekitar tiga dekade lalu. Dengan diresmikannya pabrik New Ethylene Project melalui proyek hilirisasi, pemerintah berupaya agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memperkuat ekonomi nasional. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 8 November 2025 dengan judul "Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Terbesar Di ASEAN, Indonesia Mulai Babak Baru Hilirisasi Migas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.